Pandemi Corona, Jabar Butuh 200 Ribu Alat Rapid Test

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 22:55 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi pandemi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Bandung -

Pemprov Jabar gencar menggelar rapid test untuk cepat mengetahui peta persebaran virus Corona atau COVID-19. Saat ini butuh 200 ribu alat rapid test.

"Untuk itu, Jabar minimal melakukan tes (terhadap) 300 ribu penduduk. Kami punya barang (alat rapid test) kurang dari 100 ribu. Jadi butuh 200 ribu (alat) lagi untuk (menuju) 0,6 persen (dari total penduduk)," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (7/4/2020).

Berdasarkan keterangan rilis itu, pada 2020 ini penduduk Jabar mencapai 50 juta jiwa. Berkaitan rapid test, Dinas Kesehatan Jabar telah mengirimkan 63 ribu alat Rapid Diagnostic Test (RDT) ke 27 kabupaten/kota untuk instansi pemerintah, rumah sakit, hingga institusi pendidikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengungkapkan sumber-sumber bantuan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) menggunakan metode tes darah tersebut. "Kami laporkan 63.120 alat rapid test itu dari mana, ada dari Kemenkes, BNPB (gugus tugas pusat), Yayasan Budha Tzu Chi, PT Jasa Madivest (BUMD). Kami laporkan secara akurat, misal dapat dari pihak ini sekian, lalu tersalurkan sekian, sisa sekian," kata Daud.

Selanjutnya
Halaman
1 2