Camat-Kades di Ciamis Diminta Siapkan Lahan untuk Pemakaman Pasien Corona

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 14:55 WIB
Juru bicara Pusat Informasi Covid-19 Ciamis Bayu Yudiawan
Foto: Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) COVID-19 Ciamis Bayu Yudiawan (Dadang Hermansyah/detikcom).
Ciamis -

Banyaknya kasus penolakan terhadap pemakaman pasien Corona di beberapa daerah, membuat Pemkab Ciamis menginstruksikan agar camat, kepala desa dan lurah di Ciamis menyediakan tempat pemakaman untuk korban COVID-19 sesuai administrasi kependudukan yang dimiliki pasien.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) COVID-19 Ciamis Bayu Yudiawan mengatakan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengeluarkan instruksi nomor 469/460-DPRKPLH.3 tentang penyediaan tempat pemakaman untuk pasien/korban COVID-19.

Dalam surat instruksi tersebut Camat, kepala desa dan lurah di Ciamis harus menyediakan tempat pemakaman untuk pasien atau korban COVID-19 yang merupakan penduduk sesuai administrasi kependudukan yang dimiliki pasien.

Mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai protokol pemulasaran jenazah pasien atau korban COVID-19. Menyiapkan petugas pemakaman dan melengkapi petugas dengan Alat Pelindung Diri (ADP) sesuai standar WHO.

Dalam melaksanakan ketentuan tersebut, camat, kepala desa dan lurah berkoordinasi dengan unsur TNI, kepolisian dan Puskesmas setempat.

"Pemakaman dengan Protokol Covid-19 yang dilakukan di Ciamis sebagai prosedur kehati-hatian dilakukan protap pemakaman Covid-19. Meski belum ada kepastian positif atau negatifnya, karena belum ada kejelasan Covid-19," kata Bayu di PIK Covid-19, Selasa (7/4/2020).

Di Ciamis ada kasus seorang pasien PDP yang meninggal dan hasil tes RDT dinyatakan negatif. Sejauh ini warga kondusif, pelaksanaan pemakaman dilakukan sesuai prosedur.

"Dikarenakan kejadian-kejadian sudah ada kita sudah membentuk Gugus Tugas untuk pemulasaraan jenazah. Protokolnya disesuaikan khusus muslim disesuaikan sesuai dengan fatwa MUI no 4 tahun 2020 yang disesuaikan fatwa MUI tahun 2004 tt pemulasaraan jenazah," ungkap Bayu.

Bayu berharap kepada warga Ciamis tetap kondusif dan tidak dilakukan penolakan kasus Covid-19. Bayu menjelaskan ketika mayat sudah dipendam sudah selesai kasusnya.

"Aman tidak ada istilah dari pemakaman menular, harus ada kooperatiof jangan ada penolakan, karena proses atau prosedur pemulasaraan Covid-19 hanya petugas saja," pungkasnya.

Bayu juga mengimbau kepada warga Ciamis diwajibkan memakai masker saat keluar dari rumah. Sesuai edaran dari pusat dan Kemenkes atas anjuran WHO.

"Diharapkan masyarakat memakai masker, kain juga boleh, direkomendasikan 3 lapis. Untuk masyarakat yang memiliki masker lebih agar saling membantu masyarakat lainnya menggunakan masker," ujar Bayu.

Kupas Tuntas Nasib Jenazah Positif Corona:

(mso/mso)