Kemenkum HAM Jabar Bantah Tawari Habib Bahar bin Smith Bebas

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 14:53 WIB
Habib Bahar bin Smith
Habib Bahar (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar membantah telah menawarkan habib Bahar bin Smith untuk bebas di tengah wabah Corona. Terpidana kasus penganiayaan tersebut belum menjalani setengah dari pidananya.

"Tugas kita merekap semua WBP (warga binaan pemasyarakatan) yang telah memenuhi syarat administrasi dan substantif. Tidak ada tawaran siapa yang mau, tidak ada," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2020).

Aris menyatakan pemberian bebas atau asimilasi kepada narapidana merujuk pada peraturan Menkum HAM itu diberikan kepada napi yang sudah menjalani 2/3 masa hukumannya. Sedangkan Bahar belum setengahnya menjalani hukuman sehingga tak masuk dalam kriteria.

"Tugas kita memproses yang telah memenuhi syarat. (Bahar) belum setengah menjalani pidana ya ditunda sampai waktunya pas telah menjalani," kata dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta mengaku kliennya mendapat tawaran untuk bebas melalui program pembebasan 35 ribu napi di tengah Pandemi Corona. Ichwan mengaku Bahar ditawari karena pernah dirujuk ke rumah sakit gegara sakit paru-paru.

Namun, Ichwan menyebut Bahar menolak dengan alasan ingin mengajar di dalam Lapas Pondok Rajeg.

"Kemarin yang menawarkan dari pihak lapas karena masuk klasifikasi itu. Cuma ternyata beliau (habib Bahar) menolak," ucapnya saat dihubungi, Senin (6/4/2020).

Bahar memang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Pondok Rajeg. Dia divonis 3 tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap dua remaja. Vonis diberikan hakim pada tahun 2019.

Cegah Penularan Corona, 236 Napi di Makassar Dibebaskan Melalui Asimilasi:

(dir/mud)