Bupati Tangerang Konsultasi ke Kemenkes soal Penerapan PSBB

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 18:50 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
(Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Tangerang -

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku akan mengkonsultasikan penerapan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Kementerian Kesehatan dan gubernur Banten. Apalagi, Permenkes tentang PSBB sudah dikeluarkan oleh Menkes Terawan Agus Putranto.

"Sedang konsultasi dengan gubernur Banten dan Kemenkes," kata Zaki melalui pesan WhatsApp dengan detikcom di Tangerang, Banten, Minggu (5/4/2020).

Dalam Permenkes Nomor 9 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 itu, Menkes memiliki kewenangan melakukan PSBB di sebuah wilayah. Namun, penerapan berdasarkan permohonan gubernur, bupati atau wali kota.

Bupati Zaki sendiri mengaku masih melakukan pembahasan mengenai ini. Ia belum bisa menyampaikan kapan pelaksanaan PSBB dilakukan di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Sedang didiskusikan dulu," ujarnya singkat.

Suatu wilayah bisa melakukan PSBB dengan beberapa syarat dalam Permenkes PSBB. Pasal 4 ayat 1 dalam Permenkes ini menyatakan:

Gubernur/bupati/walikota dalam mengajukan permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar kepada Menteri harus disertai dengan data:
a. Peningkatan jumlah kasus menurut waktu;
b. Penyebaran kasus menurut waktu; dan
c. Kejadian transmisi lokal.

Sejauh ini, berdasarkan data hari Sabtu (4/4) pukul 18.00 WIB, kasus penularan positif Covid-19 mencapai 128 kasus. Khusus di Kabupaten Tangerang ada total 31 kasus dengan angka 26 masih dirawat, 2 meninggal dan 3 dinyatakan sembuh.

(bri/mud)