Imbas Corona, Ratusan Pedagang Pasar Tradisional Cianjur Tutup Lapak

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 17:36 WIB
Ratusan pedagang pasar tradisional di Cianjur tutup lapak
(Foto: Ismet Selamet) Ratusan pedagang pasar tradisional di Cianjur tutup lapak
Cianjur -

Ratusan pedagang di Pasar Induk Pasirhayam Kabupaten Cianjur berhenti berjualan untuk sementara waktu. Sebab, wabah Corona dan isu tutupnya pasar membuat jumlah pembeli menurun.

Berdasarkan pantauan detik.com, aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Cianjur itu tidak seramai biasanya. Kios dan Los pun tampak kosong ditinggal penjualnya yang berhenti berjualan.

Kepala Pasar Induk Pasirhayam, Doni Tri Wibowo, mengatakan, sejak merebaknya wabah Corona, dan banyaknya pasien ODP serta ODP Covid-19 di Cianjur, jumlah pembeli terus mengalami penurunan.

Bahkan berdasarkan pendataan pihaknya, dari total 1.800 pedagang kios dan los, 20 persen diantaranya tutup di tengah wabah Corona ini

"Sekitar 300-400 pedagang yang berhenti berjualan. Terutama untuk penjual pakaian, makanan ringan, dan bahan makanan kering. Tapi ada juga penjual sayur yang tutup," kata dia kepada detik.com, Minggu (5/4/2020).

Doni mengungkapkan, kios dan los di Pasar Induk Pasirhayam yang tutup kebanyakan berada di blok C dan D.

Menurutnya, penurunan jumlah pembeli diakibatkan banyaknya masyarakat yang memilih untuk diam di rumah.

Namun selain itu, munculnya isu pasar akan tutup karena Corona juga membuat pembeli tidak datang dan berbelanja. Padahal pasar akan tetap buka, namun dengan menerapkan sejumlah langkah pencegahan mengantisipasi penularan Corona.

"Yang paling besar itu dampaknya isu tutup pasar. Padahal tetap buka, seperti biasa. Hanya ada prosedur tertentu untuk mencegah Corona. Dan itu kaki sampaikan kepada masyarakat melalui media sosial, sebab sudah keburu menyebar hoax soal ditutupnya pasar karena Corona," ucapnya.

Dia berharap, wabah Corona bisa segera selesai dan situasi kembali normal. Sebab dikhawatirkan aktivitas ekonomi di pasar terus menurun dengan adanya wabah tersebut.

"Pedagang sudah kehilangan omzet besar. Hingga puluhan juta kalau ditotalkan omzet yang hilang, sejak adanya wabah dengan tingkat pembelian menurun," tuturnya.

Firman (37) salah seorang pedagang Pasar Induk Pasirhayam, mengaku, belakangan ini omzetnya mengalami penurunan. Namun dia memilih untuk tetap berjualan, dibandingkan harus berhenti dan kehilangan penghasilan di tengah wabah Corona.

"Memang pendapatan turun, makanya banyak juga pedagang yang berhenti jualan dulu, karena pembelinya sepi. Kalau saya tetap berjualan, yang penting ada penghasilan buat ke rumah," ucapnya.

"Saya mengaku takut terpapar, apalagi pasar kan ada interaksi dengan pembeli. Tapi lebih ke antisipasi saja, selalu cuci tangan dan jaga kesehatan," ujar dia menambahkan.

(mud/mud)