Warga Jakarta yang Telanjur Sudah Nginap di Puncak Harus Isolasi 14 Hari

Farhan - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 20:57 WIB
Bupati bogor cegat mobil dari jakarta cegah penyebaran corona
Foto: Farhan
Bogor -

Pemkab Bogor melakukan pencegahan terjadinya eksodus warga Jakarta dan pemilik vila di kawasan Puncak selama pandemi. Kepada pemilik vila yang terlanjur sudah datang ke kawasan Puncak dan menempati vilanya agar melakukan isolasi di dalam vila selama 14 hari.

"Kalau itu vila mereka saya kira mereka harusnya tidak interaksi dengan masyarakat ya, mereka harusnya mengurung diri, harus mengisolasi diri selama 14 hari," kata Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin di Gadog, Sabtu (4/4/2020).

"Karena ketika ada orang datang dan bukan warga sini, hanya untuk tinggal atau nginep disini, ya ini harus ODP, artinya harus dipantau warga," sambung Ade.

Ade menyebut, penyekatan akses menuju vila di kawasan Puncak sudah dilakukan. Satgas gugus tugas COVID-19 di desa-desa juga akan melakukan antisipasi penyebaran virus corona dari orang luar kawasan Puncak, Bogor.

"Kita mulai menyekat dan mengedukasi masyarakat juga. Ketika ada tamu yang datang minimal harus lapor. Kalau datang ke vilanya tentu kita tanya mau ngapain dan berapa lama, karena dalam suasana begini kita khawatir orang-orang masuk," kata Ade.


"Jadi tidak sembarangan orang masuk dalam sikon seperti ini, karena ini daerah yang di bawah pengawasan. Jadi kami bisa menjaga dirinya dan antisipasi yang datang ke Ciawi, Cisarua, Megamendung ini," sambungya.

Sementara untuk wisatawan asal Timur Tengah yang biasanya tinggal di kawasan Puncak dalam waktu lama, disebut Ade, sudah dikembalikan ke negaranya masing-masing.

"Sebagian sudah diambil oleh negara masing-masing, sudah dibawa keluar, sudah ada imbauan pemeritah Arab Saudi," kata Ade.

Sementara warga negara asing (WNA) pencari negara suaka yang kini tinggal di penampungan di kawasan Puncak, Bogor diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menerapkan social distancing seperti anjuran pemerintah.

(ern/err)