Wakil Ketua DPRD Sumedang Kritisi Posko Penjagaan Batas Kota di Jatinangor

Muhammad Rizal - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 19:20 WIB
Posko penjagaan batas kota di jatinangor
Foto: Muhamad Rizal
Sumedang -

Karantina Wilayah Parsial (KWP) di Sumedang sudah dimulai diterapkan dengan melakukan sweeping dan pemeriksaan kesehatan (skrining) bagi warga dari luar Sumedang .

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Jajang Heryana langsung meninjau posko pemeriksaan di Jatinangor. "Betul hari ini sudah mulai ada pemeriksaan kesehatan. Tapi saya lihat belum maksimal. Contohnya di Jatinangor ini, mungkin karena pemeriksaannya baru hari ini," kata Jajang saat meninjau Posko Penjagaan di Jatinangor, Sabtu (4/4/2020).


Jajang juga menilai pemeriksaan ini belum sepenuhnya sempurna karena hanya berlaku untuk kendaraan angkutan umum yang berasal dari luar daerah.

"Pemeriksaannya belum maksimal, karena yang diperiksa hanya kendaraan umum saja. Pemudik yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan pribadi yang bernopol dari daerah zona merah COVID-19 luput dari pemeriksaan petugas di perbatasan," ujar Jajang.

Menurut Jajang, pengendalian secara maksimal oleh Gugus Tugas COVID-19 di perbatasan sangat penting dilakukan, sebab cara itu dapat mengurangi jumlah ODP di Sumedang. Namun setidaknya sudah ada langkah yang baik dari Pemkab Sumedang untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Saya lihat barusan petugas kesehatan hanya melakukan skrining secara selintas. Seperti melakukan mengecek suhu tubuh penumpang, tetapi setidaknya sudah ada bentuk upaya pengendalian Covid-19 dari Pemkab Sumedang," ucap Jajang.


Jajang berharap semua personel Gugus Tugas Covid-19 di perbatasan agar tetap patuhi aturan sesuai SOP yang telah disepakati bersama oleh Forkopimda.

"Pengendalian oleh gugus tugas Covid-19 di posko perbatasan ini harus diperketat lagi, dan harus lebih detail lagi pemeriksaannya, walaupun akan menambah kesibukan bagi petugas di lapangan," pintanya.

Menurutnya harus ada penambahan lagi petugas sebab melakukan tugas seperti ini harus secara ekstra. "Saya juga sangat terenyuh sekali, jumlah personelnya sangat kurang. Kalau kurang personel, kan, kasihan. Nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan daerah untuk menambah personel di setiap Posko Penjagaan di perbatasan," ucapnya.

(ern/ern)