Keren, UPI Bandung Buat Dual Bilik Disinfektan Otomatis

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 20:20 WIB
UPI buat dual bilik disinfektan
Foto: Istimewa
Bandung -

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung membuat dual disinfectant chamber (bilik disinfektan) otomatis sebagai sebuah inovasi dalam pencegahan corona virus desease (Covid-19).

Inovasi tersebut merupakan buah hasil kerja sama antara dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI. Produk inovasi tersebut diberi nama SP-WASH-O (Saung Paragi Wawasuh Awak diSemprot ku Halimun Otomatis).

"Unit ini memiliki dua bilik (chamber) disinfektan otomatis dengan teknologi vibrator ultrasonik yang bisa menghasilkan uap disinfektan dengan ukuran 120-200 nanometer," Kata Ketua Lab Otomotif FPTK UPI Sriyono saat dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2020).


Sriyono mengatakan pembuatan bilik disinfektan otomatis itu dilakukan selama empat hari di bengkel FPTK. "Karena ada dua bilik, jadi dalam waktu bersamaan, bisa digunakan oleh dua orang. Di tengah ada sebuah sekat untuk pembatas, sehingga lebih efisien digunakan," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan produk ini sebagai respons tantangan revolusi industri 4.0. Menurutnya produk ini dilengkapi penggunaan otomatisasi dan digitalisasi teknologi sensor.

"Ketika orang datang, akan direspons atau ditangkap oleh sensor gerak. Selanjutnya sensor gerak memberikan sinyal untuk mengaktifkan mesin secara otomatis untuk memproduksi uap disinfektan standby pada tabung dengan menggunakan teknologi vibrasi ultrasonic." Jelasnya.

Bilik disinfektan ini telah diujicoba di Masjid Al-Furqon UPI dengan efisien waktu satu jam. Selama itu, cairan yang telah digunakan sebanyak 1,5 liter. Satu unit bisa digunakan untuk strerilisasi 720 orang.

"Untuk melengkapi efektivitas penggunaan, alat ini dilengkapi roda untuk memudahkan perpindahan unit dari satu tempat ke tempat lain. Pada waktu dekat, produk ini sedang disempurnakan dengan sistem otomatisasi teknologi sensor pada desain pintu geser," tuturnya.

Suryono mengaku untuk satu unit pembuatan dual bilik disinfektan mengeluarkan biaya sekitar Rp 15 juta. Selain itu, UPI juga membuat produk Hand Sanitizer dengan aroma buahan-buahan, cairan disinfectant, disinfectant gate, sterilization chamber berteknologi nano, dan peta persebaran Covid-19 berbasis WebGIS dengan dukungan ESRI.


(ern/ern)