Stok Beras Cukup 3 Bulan ke Depan Jika PSBB Diterapkan di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 15:14 WIB
Pekerja melakulan aktivitas bongkar muat di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi memastikan, stok beras untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta masih aman di tengah pandemi covid-19. Saat ini ada sekitar 30.101 ton beras di Pasar Induk Beras Cipinang.
Ilustrasi beras (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Serang -

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan stok persediaan beras di wilayahnya masih cukup untuk tiga bulan ke depan meskipun ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena virus Corona. Di April ini, petani sudah memasuki panen pertama pada pertengahan bulan.

"Karena itu, untuk tiga bulan ke depan persediaan beras di Banten mencukupi. Dan harga kebutuhan pokok lainnya stabil dan masih terkendali," ujar Wahidin di Serang, Banten, Jumat (3/4/2020).

Untuk mendukung petani, Pemprov Banten menurutnya akan menyiapkan dana untuk pembelian hasil panen petani. Ia juga menyarankan agar Bulog membeli gabah basah dan kering dari petani di wilayahnya sebagai bentuk ketahanan pangan.

Pada Maret lalu, menurut Wahidin, ada 49 ribu hektare lebih panen padi dengan produksi gabah 255.342 ton. Sedangkan jagung ada 504 hektare dengan produksi 206 ton jagung kering.

Di bulan April ini, diperkirakan puncak panen padi bisa mencapai 74 ribu hektare lebih dengan produksi gabah bisa mencapai 384 ribu ton. Sementara jagung mencapai 4 ribu hektare dengan produksi bisa sampai 17 ribu ton jagung.

Musim panen ini pun katanya bisa berlanjut sampai bulan Mei 2020. "Kebutuhan pokok dan logistik tiga bulan ke depan di Banten aman," ujar Wahidin.

(bri/bbn)