Peduli Efek Corona, Pelajar Bandung Inisiasi Gerakan 'Bantu 1 Ajak 2'

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 21:51 WIB
ilustrasi corona
(Foto: ilustrasi corona)
Bandung -

Dibalik wabah corona yang semakin meluas, ada banyak upaya yang dilakukan. Salah satunya gerakan inisiasi remaja SMA Negeri 5 Bandung yang banyak menarik perhatian publik dengan video yang diunggahnya.

Pasalnya, video yang diunggahnya tersebut sudah ditonton dan dibagikan oleh ratusan ribu orang. Rakean Radya Al Barra berada dibalik gerakan 'Bantu 1 Ajak 2' yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya membantu orang yang terdampak Corona untuk mencegah penyebaran virus.

"Perasaannya senang sekali melihat perkembangannya. Dalam beberapa hari saja sudah hampir mencapai 150 ribu penonton di video YouTube. Jadi nambah optimismenya buat gerakan ini," kata Rakean di Kota Bandung pada Kamis (2/4/2020).

Rakean menjelaskan keadaan krisis global virus Corona bisa diminimalisir dampaknya dengan karantina di rumah masing-masing atau bahkan bekerja secara daring (work from home). Namun, kata dia, tidak semua orang dapat melakukannya.

"Misalnya seperti ojek pengkolan, ojek online, pedagang jalanan. Orang-orang yang berada di sekitar kita dan dalam jangkauan kita yang terpaksa setiap harinya harus keluar rumah untuk memastikan keluarganya bisa makan," ujarnya.

Siswa kelas 12 ini juga mengatakan dalam gerakan 'Bantu 1 Ajak 2' prinsip dasarnya adalah harus dilakukan dalam jumlah yang banyak. Kata dia, jika ada 100 orang yang melakukan ini maka ada 100 kepala keluarga yang dibantu ekonominya selama 14 hari ke depan.

"Cari seseorang yang akan dibantu atau dengan menjamin kebutuhan pokoknya selama 14 hari ke depan sehingga ia sekeluarga bisa tinggal di rumah. Mungkin akan timbul rasa harus mengeluarkan uang yang sangat banyak, namun harus diingat bahwa para tenaga kesehatan rela mempertaruhkan nyawanya di garis depan. Minimal dengan apa yang kita punya, kita dapat mengurangi beban mereka dengan mencegah bertambahnya orang yang sakit." Kata Rakean.

Lanjutnya, dalam gerakan ini setelah membantu satu orang dilanjutkan dengan 'ajak dua'. Dengan begitu semakin banyak lagi orang yang tertolong dan tidak mengandalkan pada satu instansi, karena permasalahannya kompleks dan jangkauannya luas.

"Cara yang kedua yaitu ajak dua. Yakinkan dua teman, relasi, saudara atau kenalan untuk melakukan hal yang sama yaitu membantu satu keluarga yang membutuhkan bantuan." jelasnya

Dia mengatakan sederhananya dalam gerakan ini dari dua orang yang diajak, kemudian akan mengajak lagi satu atau dua dan seterusnya berulang 20 kali saja maka sudah dua juta keluarga yang terbantu.

Remaja kelahiran Bandung, 30 April 2002 ini mengaku gerakan ini bermula dari hasil diskusi bersama keluarganya. Terutama peran ayahnya dalam membuat gagasan awal.

"Kita juga ingin ini menjadi ikhtiar untuk berkontribusi dalam kondisi sekarang. Setelah itu dikembangkan terus sampai bisa jadi video itu. Harapannya kepedulian ini bisa terus menyebar secepat virus coronanya sendiri dan itu mulai dari diri kita sendiri." tandasnya.

(mud/mud)