Harga APD Mahal, Stok di RSUD Banten Hanya Cukup Sebulan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 20:04 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Serang -

Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan harga Alat Pelindung Diri (APD) di pasaran sudah tidak rasional dan sulit dipesan. RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan penanganan virus Corona memiliki APD terbatas dan hanya cukup untuk satu bulan ke depan.

"Kelangkaan APD yang ada dan harga setiap harinya naik tanpa rasional, ini menyebabkan kami punya uang tapi sulit membeli. RSUD Banten ini satu bulan cukup, 2 bulan berikutya kami harus memesan bertahap," ucap Ati yang juga juru bicara penanganan Covid-19 Banten kepada wartawan di Serang, Rabu (1/3/2020).

Kemenkes memang memberikan bantuan ke Dinkes Banten yang dikirim dalam dua tahapan. Totalnya ada sekitar 12.500 dan dikirim kembali oleh Dinkes ke seluruh rumah sakit di kabupaten dan kota.

Tapi, meskipun sudah dikirim, ada beberapa tenaga kesehatan yang katanya harus menggunakan jas hujan khususnya saat melakukan pendataan ke orang dalam pemantauan (ODP). Termasuk ada yang menjahit sendiri untuk keperluan di puskesmas-puskesmas. Dinkes tidak mempermasalahkan hal itu karena memang APD yang kurang dan langka.

Menurut Ati, APD yang saat ini tersedia di RSUD Banten dan di rumah sakit lainnya dari bantuan Kemenkes memang standar dari WHO. APD ini dikhususkan untuk tenaga kesehatan yang melakukan interaksi kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif virus Corona.

"Insan kesehatan harus bekerja, tapi juga harus aman. Saya arahkan (APD) ini untuk rumah sakit a, b dan lainnya," ujar Ati.

(bri/bbn)