Garut Lawan Corona! Pengusaha hingga Eks Geng Motor Berdonasi

Hakim Ghani - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 10:39 WIB
Warga Garut menyumbangkan alat penyemprot disinfektan kepada pemerintah
Warga Garut menyumbangkan alat penyemprot disinfektan kepada pemerintah (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Virus corona jadi momok menakutkan saat ini. Bagaimana tidak, virus ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Ada 893 warga Indonesia yang terkonfirmasi positif corona dengan 78 orang di antaranya meregang nyawa. Berbagai upaya 'perlawanan' terus di lakukan berbagai kalangan.

Di Kabupaten Garut, Jabar, semua masyarakat bersatu. Berbagai kalangan masyarakatnya ikut ambil bagian. Mulai dari pejabat, pengusaha, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga eks geng motor yang terkenal sangar. Mereka bahu-membahu melakukan aksi nyata agar virus corona tak bisa masuk ke kota Intan.

Pemkab banjir dukungan dan sumbangan dari masyarakat yang berbondong-bondong ikut berpartisipasi. Dari mulai ratusan liter hand sanitizer buatan mahasiswa dan pelajar, hingga masker kain buatan ibu rumah tangga.

"Kami produksi hand sanitizer dan ini sudah sesuai dengan standar BPOM dan WHO. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk digunakan bagi warga masyarakat Garut," kata Framesti Prisma Sriarumtias, pendidik di salah satu kampus di Garut saat menyerahkan hand sanitizer buatan mahasiswanya ke pemerintah.

Kalangan elite Garut juga tak ketinggalan ikut serta. Para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut juga ikut berpartisipasi. Mereka menyumbang ratusan unit alat semprot elektrik yang dapat digunakan untuk menyemprotkan disinfektan.

Mereka berkolaborasi dengan instansi pemerintahan seperti Kodim dan Polres hingga komunitas anak muda seperti Pemuda Pancasila dan eks geng motor yang dikenal sangar Exalt to Creativity (XTC) yang kini bereinkarnasi jadi organisasi kepemudaan (OKP).

"Kami memberikan 500 unit alat semprot disinfektan elektrik untuk digunakan dalam upaya pencegahan virus corona di kota yang sangat kami cintai ini. Ini adalah upaya perlawanan kami. Kami, warga Garut tetap tenang namun selalu waspada," kata Ketua Kadin Garut Yudi Nugraha.

Hampir semua orang tak egois dalam membagi alat pelindung seperti masker dan hand sanitizer. Sebagian lainnya turun ke jalan dalam massa berskala kecil melakukan penyemprotan di segala tempat. Mulai dari rumah ibadah, hingga pasar swalayan. Semuanya disemprot. Tujuannya hanya satu, mencegah penyebaran virus corona.

Meski tidak semua orang ikut turun tangan, namun hampir semua warga Garut berperan. Bahkan yang paling besar perannya adalah warga-warga yang rela diam di rumah dan menahan diri. Senin (23/3), sejak pemerintah menggalakan imbauan untuk diam di rumah, jalanan tak seramai biasanya meskipun ada saja lalu-lalang aktivitas para pengendara.

Hal ini diapresiasi pemerintah. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Garut, Ricky Rizki Darajat mengatakan, peran warga sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini. "Kami berharap terutama warga tetap bertahan di rumah. Karena pada dasarnya tetap berada di rumah bukan hanya diam, namun bisa memutus penyebaran virus corona," kata Ricky kepada wartawan di Covid Center, Kamis (26/).

Ricky menjelaskan, hal tersebut sangat berdampak. Dibuktikan dengan data yang menyebut bahwa hingga Jumat (27/3/2020) pagi ini, belum ada satu pun warga Garut yang positif Corona.

"Semoga Garut tidak ada yang positif corona. Kami terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan," kata Ricky.Meskipun begitu, Pemkab saat ini tengah memantau 238 warganya yang tergolong ke dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), serta empat orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini tengah diisolasi di ruang isolasi khusus corona RSUD dr. Slamet Garut.

Inovatif! Cegah Corona, Warga Kendari Buat Gerbang Sterilisasi:

[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)