Balita di Cirebon Tetap Dapat Imunisasi di Tengah Penanganan Corona

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 14:35 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
(Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Cirebon -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon tengah berjibaku melawan virus Corona. Meski begitu, penyakit lainnya yang berbahaya tetap diantisipasi.

Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon pun menambah ruang isolasi. Sebab, ruangan isolasi khusus penanganan wabah Corona tak mampu menampung. Rencananya, akan menambah 29 ranjang pasien di ruang isolasi.

Kepala Dinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto tak menampik selain keterbatasan ruangan, minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis juga menjadi kendala. Kendati demikian, Edy memastikan Dinkes tetap memperhatikan penyakit berbahaya lainnya, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan balita.

"Fasilitas layanan kesehatan memang mengalami keterbatasan untuk corona. APD memang kurang, tapi untuk pelayanan lain kita maksimalkan. Hanya dua puskesmas yang bisa bertahan sampai Juni, kalau ada ledakan pasien," kata Edy kepada detikcom, Kamis (27/3/2020).

Edy menjamin pihaknya tetap melakukan imunisasi terhadap balita. Sebab, kalau pelaksanaan imunisasi diberhentikan karena terfokus wabah Corona, penyakit seperti polio, difteri, campak dan lainnya akan menyerang balita di Kota Cirebon.

"Ini bahaya kalau kita tidak membagi waktu dengan penanganan penyakit lain. Tentu akan kami lakukan terus. Bayi di Cirebon harus dapat imunisasi, jangan sampai tidak," kata Edy.

Edy juga menambahkan pihaknya masih menunggu alat rapid test untuk melakukan tes secara masif. "Soal rapid tes masih menunggu kabar," kata Edy.

Blak- blakan Pembuatan Vaksin Corona di RI:

(mud/mud)