Mal Tutup Sementara di Bandung Gegara Corona, Ini Kata APPBI

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 12:26 WIB
ilustrasi corona
(Foto: ilustrasi corona)
Bandung -

Penutupan sejumlah mal di Kota Bandung sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona berdampak bagi para karyawannya. Dengan tidak beroperasinya mal, karyawan harian kehilangan penghasilan.

"Iya karena kan kerja ada upah harian ada upah mingguan. ada yang bulanan. Nah ini kalau ditutup otomatis kan mal-nya tidak beroperasi, mereka dirumahkan. Dirumahkan mereka nggak dapet upah." Kata Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Arman Hermawan saat dihubungi pada Kamis (26/3/2020).

Di sisi lain, sementara biaya perawatan gedung seperti listrik, air, gas dan sebagainya masih harus dipikirkan pengusaha. "Karena otomatis jadi beban berat bagi para pengusaha mal maupun toko-tokonya," kata Arman.

Dengan kondisi ini, kata dia, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan misalnya seperti keringanan pembayaran listrik dengan penundaan beberapa bulan atau penurunan biaya.

"Apalagi kalau bisa ada subsidi bagi karyawan-karyawan yang dirumahkan, khususnya bagi karyawan cleaning service, security, parkir, kan itu dirumahkan mereka nggak bisa bekerja kan. Nah kita perlu bantuan." jelas dia.

Seperti diketahui, beberapa mal di Kota Bandung memutuskan untuk penutupan sementara operasional seperti PVJ, Miko Mall, Ciwalk, Kings, dan Paskal. Dalam satu pekan ke depan beberapa Mall lainnya akan mengikuti.

Dalam mengambil langkah ini, APBBI berkoordinasi dengan 21 pusat perbelanjaan (mal dan trade center) untuk membantu pemerintah dalam pemutusan rantai penularan virus Corona. Arman berharap, wabah ini cepat berlalu sehingga usaha yang ada di pusat perbelanjaan dapat recovery.

"Semoga omsetnya dapat kekejar lagi dan dapat beroperasi seperti bulan-bulan biasa. Karena kasian pegawai yang di bawah pun terkena dampaknya. Mereka tidak dapat penghasilan untuk makan," tutur Arman.

Cegah Corona Meluas, Pelabuhan di Sultra Disemprot Disinfektan:

(mud/mud)