Fokus Tangani Corona, Pendataan Kasus TBC di Cianjur Terabaikan

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 17:30 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
(Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Cianjur -

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur belum memiliki data kasus Tuberkulosis (TBC) selama 2020. Fokus penanganan Covid-19 membuat metode baru dalam pendataan TBC belum tersosialisasikan.

Padahal dari data yang diperoleh detik.com, pada 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat ada 5.074 kasus TBC, dengan 1.009 di antaranya merupakan anak-anak.

Bahkan 18 orang pengidap TBC dari total kasus tersebut meninggal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, temuan kasus TBC di Cianjur memang mengalami kenaikan setiap tahunnya. Di 2018 tercatat ada 4.508 kasus TBC dan di tahun lalu naik sekitar 500 orang.

"Memang ada kenaikan setiap tahunnya. Tahun lalu mencapai angka 5.074 kasus TBC di Cianjur dan 19 persennya merupakan anak-anak," kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (25/3/2020).

Namun Yusman mengaku jika di tahun ini pihaknya belum memiliki data kasus TBC. Sebab input data yang dilakukan di tahun ini menggunakan aplikasi baru.

Sayangnya, sosialisasi belum bisa dilakukan mengingat di tengah merebaknya Covid-19, dikeluarkan imbauan untuk tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak massa.

"Harusnya sudah ada pendataan dan input data. Tapi aplikasinya kan belum tersampaikan karena fokus ke penanganan dan pencegahan Covid-19. Ditambah sementara tidak boleh ada agenda pertemuan yang melibatkan banyak massa. Sedangkan sosialisasi aplikasi baru ini harus melibatkan semua tim dan petugas," kata dia.

Akan tetapi, lanjut Yusman, begitu situasi kembali normal pihaknya akan gerak cepat untuk melakukan pendataan dan input data.

Ditargetkan juga penanganan TBC di tahun ini difokuskan pada anak-anak. Sehingga kasus TBC anak bisa terus menurun, bahkan bisa di bawah 15 persen dari temuan kasus setiap tahunnya.

"Yang rentan itu anak, terpapar dari orang dewasa. Makanya setelah siaga darurat Covid-19 selesai kami akan genjot penanganan. Persentase anak yang terpapar TBC diharapkan menurun. Dengan begitu, s agar anak Indonesia bebas TBC untuk Indonesia unggul bisa terwujud," pungkasnya.

Rapid Test Corona Akan Diulang Setelah 10 Hari Jika Hasilnya Negatif:

(mud/mud)