Mulai Pekan Ini, RS Paru Jatisari Karawang Tampung Pasien Corona

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 21:47 WIB
ilustrasi corona
(Foto: ilustrasi corona)
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jabar menetapkan Rumah Sakit Paru di Jatisari jadi rujukan pasien corona. Rencananya, pekan ini, rumah sakit yang dibangun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tersebut bisa mulai menampung pasien.

"Jadi bupati sudah mencanangkan minggu ini harus siap. Tentu saja Dinkes harus memfasilitasi semuanya karena izin operasional sudah keluar. Tinggal bagaimana caranya menyiapkan personel dan sebagainya karena perlu waktu satu dua hari. Nanti kami evaluasi," kata Nurdin Hidayat, Kadinkes Karawang saat rapat evaluasi dan penerapan strategi pencegahan pandemi Covid-19, Senin (23/3/2020).

Rencananya, rumah sakit khusus pasien penyakit paru-paru itu mampu menampung 70 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pemkab Karawang juga menyiapkan 38 ruang isolasi, dan 70 ruang perawatan di sana.

Acep Jamhuri, Sekda Karawang mengklaim semua infrastruktur rumah sakit sudah lengkap, termasuk tenaga medis, dokter spesialis paru-paru, spesialis penyakit dalam, dan spesialis radiologi.

"Teman-teman dari IDI ikut berkontribusi dan berperan, tenaga medis sudah siap, APD (Alat Pelindung Diri) sudah siap, perawat siap, dokter spesialis parunya juga sudah siap," kata Acep.

Namun, rumah sakit Paru hanya menampung pasien dari Karawang saja. Sebab kata Acep,
masih terbatas, rumah sakit ini hanya menampung PDP dari lingkup Kabupaten Karawang. "Pasien yang benar-benar kena Covid-19 itu nanti dirujuk ke provinsi," tuturnya.

Berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektare, rumah sakit tersebut digadang - gadang jadi rumah sakit khusus penyakit paru - paru pertama di wilayah pantura Jawa Barat.

Pembangunan rumah sakit paru itu tak lepas dari banyaknya kasus penyakit ISPA dan TBC yang tinggi di Karawang. Direncanakan pada massa Bupati Ade Swara. Pada 2012 proyek mendapat kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). "Jadi biayanya bukan dari APBD. Ini dari kucuran dana DBHCT sejak tahun 2012," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Saat ini, pembangunan rumah sakit tersebut sudah selesai. Fasilitasnya, selain gedung empat lantai ada juga penunjang lainnya seperti rumah singgah, taman terapi hingga danau retensi. Berbagai tanaman bakal ditanam di taman terapi supaya pasien bisa menghirup oksigen segar.

Kesiapan operasi rumah sakit paru menambah jumlah rumah sakit rujukan pasien corona di Karawang. Selain Rumah Sakit Paru di Jatisari, pemerintah juga telah menunjuk rumah sakit Rosela Karawang menjadi tempat rujukan pasien corona. Hingga hari ini, pekerja sedang sibuk mengebut pengerjaan.

(mud/mud)