Seruan 'Jangan Takut Ridwan Kamil' Warnai Penurunan Spanduk Maklumat Corona

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 20:43 WIB
Spanduk Maklumat Masjid Raya Bandung
Penurunan spanduk Maklumat cegah Corona (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Spanduk 'Maklumat' yang terpasang di Masjid Raya Bandung diturunkan paksa oleh sekelompok orang. Proses penurunan diwarnai seruan 'jangan takut sama Ridwan Kamil'.

Seperti diketahui, Maklumat itu isinya soal peniadaan salat berjamaah fardu dan salat Jumat. Hal itu dilakukan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Aksi penurunan spanduk itu terjadi, Jumat (20/3/2020) siang. Video itu langsung viral dan ramai diperbincangkan setelah tersebar di Whatsapp Group (WAG) dan media sosial.

Saat spanduk itu diturunkan, nama Gubernur Jabar Ridwan Kamil disebut oleh seseorang yang ada di dalam kelompok massa itu.

"Turunkan," teriak salah satu warga.

"DKM, jangan takut nggak digaji," teriak massa lainnya.

Seperti diketahui, maklumat tersebut dikeluarkan DKM setelah mendapat surat edaran dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Jangan takut sama Ridwan Kamil, takut mah ku Gusti Allah," ujar warga.

"Allahuakbar," teriak kembali, saat spanduk berhasil diturunkan.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja mengatakan, Masjid Raya Bandung ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

"Barangkali begini, harus dipahami bukan menutup, bukan menyegel, kami menutup celah-celah wabah penyakit jangan sampai masuk ke masjid, itu aja intinya. Hanya kalau ada efek negatif dari ini bukan hanya orang per orang sekitar masjid raya, tapi secara global, kan di dunia sekarang mengalami ekonomi penurunan yang luar biasa. Jadi kami mohon kepada masyarakat membantu lah," kata Muchtar melalui sambungan telepon.

Muchtar mengungkapkan sesuai surat edaran gubernur dan wali kota, DKM Masjid Raya Bandung ingin mengamankan dan dalam rangka turut berpartisipasi berperan, juga aktif meminimalisir wabah Corona di Kota Bandung.

"Cara ini kami lakukan karena disinyalir cara penyebaran dan penularannya kan lewat kerumunan massa. Kapasitas masjid kan jumlahnya mencapai 15 ribu, 13 ribu paling sedikit, salat lima waktu mencapai 1.500, mau gimana kita tidak ditutup sementara. Itu saja argumentasi yang sangat rasionalnya," pungkasnya.

(wip/mud)