Viral Video Ulama Cianjur Protes: Yang Ditutup Tempat Maksiat, Bukan Masjid!

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 16:21 WIB
Ulama di cianjur protes rumah ibadah ditutup
Foto: Tangkapan layar video viral
Cianjur -

Video yang menunjukkan protes salah seorang ulama di Cianjur terkait kebijakan pemerintah yang terlalu ketat dalam urusan ibadah dengan merebaknya Covid-19 viral di medis sosial.

Ulama asal Cianjur selatan itu menganggap urusan ibadah lebih diperketat dibandingkan dengan urusan maksiat, sebab prostitusi hingga tempat hiburan masih banyak yang buka dan tidak diperketat sepertihalnya urusan ibadah.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, sang kyai menyampaikan 'Assalamualaikum, mohon maaf kanggo (untuk) Bupati Cianjur dan Gubernur Jawa Barat, sim abdi (saya) bagian dari kyai Cianjur selatan masihan (memberikan) masukan untuk Bupati Cianjur dan Gubernur Jawa Barat yang ditutup bukan sarana ibadah dan sekolah tapi yang ditutup itu tempat maksiat, tempat karaoke, tempat jablay, tempat mabok, tempat main yang segala bentuk kemaksiatan mohon ditutup, terimakasih abdi (saya) orang cianjur selatan orang sindangbarang'.


Belakangan diketahui jika orang dalam cideo tersebut ialah H Fahmi Ibrohim, salah seorang ulama dari Cianjur selatan tepatnya di Kecamatan Sindangbarang.

Menurut Fahmi, video itu dibuat atas dasar banyaknya pemberitaan terkait ditutupnya akses tempat ibadah dan tidak dilaksanakannya salat jumat. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dari tingkat daerah, provinsi, hingga pusat dinilai terlalu ketat untuk urusan ibadah.

"Sampai saya waktu malam hari akan salat, itu masjid Kaum Sindangbarang ditutup. Dan di waktu itu kyai di Cianjur selatan diskusi terkait penyebaran virus corona. Semaunya sepakat untuk memberikan masukan, tapi tidak ada yang berani membuat video. Makanya saya yang maju untuk membuat video dan menyampaikan masukan ke permintah," ungkap H Fahmi kepada detik.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (20/3/2020).


Dia juga mengangap pemerintah tidak memberlakukan aturan ketat yang sama ke tempat kemaksiatan. Bahkan masih banyak tempat hiburan, karaoke, tempat prostitusi yang buka.

"Jadi seolah urusan ibadah diperketat, maksiat dibiarkan. Saya hanya meminta agar tempat maksiat juga titutup. Kalau bisa bukan hanya dengan merebaknya Covid-19 tapi juga seterusnya," kata dia.

Dia menambahkan, pemerintah diharapkan tidak melemahkan keimanan, tapi mendorong umat untuk meningkatkan kualitas ibadah agar mendapatkan pertolongan dari tuhan.

"Penyakit datangnya dari Allah, kembalikan ke Allah, minta pertolongan ke Allah. Ibdah diperbaiki, ngaji diperbaiki, perbanyak baca Al-quran, perbanyak dizikir. Imbauan seperti itu yang saya harapkan dari pemerintah," pungkasnya.




Tambah 60 Kasus, Pasien Positif Corona Jadi 369 Orang:

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)