Waspada Corona, 17 Pegawai Usia 50-an Imigrasi Bandung Dirumahkan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 10:51 WIB
Kantor Imigrasi Bandung
Kantor Imigrasi Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Pelayanan di Kantor Imigrasi Bandung tetap berjalan meski ada anjuran bekerja di rumah dari pemerintah. Namun, ada 17 pegawai yang 'dirumahkan' imbas pandemi Corona.

"Kalau kita pribadi namanya pelayan masyarakat artinya kita menunggu pimpinan seperti apa walaupun sudah ada imbauan work from home, itu implementasi di kita sulit karena harus ada yang jaga. Sementara ini karena belum ada perintah lockdown jadi kita tetap standby di pelabuhan maupun airport dan perbatasan kita tetap standby," ucap Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Bandung Gieta Rahayu Pimandari saat dihubungi, Rabu (18/3/2020).

Meski begitu, Gita mengatakan saat ini ada 17 pegawai Imigrasi Bandung yang bekerja dari rumah. Pegawai tersebut memang berusia sekitar 50 tahunan yang rentan terhadap virus menular tersebut.

"Pimpinan kita memerintahkan kasatker menyesuaikan bagaimana impelementasinya di kantor masing-masing semua wewenang kepala kantor. Di sini yang hanya usia dibatas 50 tahun kerja di rumah. Yang lain masih tetap seperti biasa. Yang di rumahkan usia 50 yang rentan terkena virus ini. Yang Diusulkan dirumahkan 17 orang," kata Gieta.

Dengan masih dibukanya pelayanan di kantor Imigrasi Bandung, pihaknya mengatakan masyarakat yang ingin membuat atau memperpanjang paspor serta hal lain berkaitan keimigrasian tetap dilayani. Namun, para pemohon akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke gedung Kantor Imigrasi Bandung.

"Untuk pemohon, di depan sudah disediakan cek suhu dan hand sanitizer. Jadi untuk pemohon kita berikan hand sanitizer. Kalau demam tidak diizinkan. So far, belum menemukan yang demam atau tanda-tanda yang sakit datang ke sini. Kita masih buka, tapi disarankan kalau tidak urgent buat paspor, kita sarankan di rumah saja, ditunda untuk memutus mata rantai Covid-19," kata dia.

Sementara bagi petugas, mereka akan menggunakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penularan virus. Apalagi, proses pembuatan paspor diharuskan menggunakan sidik jari.

"Kita juga pastinya mengikuti arahan dinas kesehatan pakai glove dan masker untuk (pelayanan) paspor," tuturnya.

49 TKA Asal China yang Mendarat di Bandara Haluoleo Jalani Karantina:

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)