Hamil 3 Bulan, WNI yang Ditahan Imigrasi Malaysia Berharap Dipulangkan

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 17:11 WIB
14 WNI ditahan di Malaysia karena tak kantongi visa bekerja
Salah satu WNI ditahan di Malaysia tengah hamil 3 bulan (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Sebanyak 14 orang Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan di kantor keimigrasian Malaysia. Enam orang di antaranya merupakan perempuan, bahkan salah satunya tengah hamil 3 bulan.

Devik (31) suami dari Siti Een Marlena (27) salah seorang WNI yang ditahan keimigrasian Malaysia, mengungkapkan, istri dan 13 WNI lainnya sekarang sudah lebih dari sepekan bermalam di ruang tahanan keimigrasian Negeri Jiran.

Dia mengaku khawatir kondisi istrinya yang kini tengah mengandung anak pertamanya, terlebih usia kandungan baru menginjak tiga bulan.

"Pasti khawatir, istri tengah hamil tiga bulan. Meskipun disiapkan ruangan khusus, tapi tetap takut psikisnya jadi tertekan dan pengaruh ke kandungannya," tutur Devik kepada detik.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (13/3/2020).

Dia menjelaskan, 14 WNI yang diamankan petugas keimigrasian Malaysia itu bekerja di salah satu kedai di Johor Bahru, Malaysia. Mereka tidak memiliki permit atau izin kerja lantaran tidak dibuatkan oleh pemilik kedai.

Namun, Devik juga mengakui jika dia dan istrinya pergi ke Malaysia dengan cara melancong dan diajak bekerja oleh temannya yang sudah terlebih dulu mendapat pekerjaan di negara tetangga itu.

"Memang kita ini melancong. Sudah dua tahun kita di sini. Kalau saya kebetulan tidak tertangkap karena beda kedai. Kebetulan kedai tempat istri saya disidak petugas, dan langsung ditahan di kantor keimigrasian," paparnya.

Dia mengaku dua pekan lalu sudah berencana pulang ke Cianjur, tetapi uang untuk beli tiket belum ada sehingga harus mengumpulkan dulu dari hasil bekerja.

Devik berharap pemerintah bisa membantu dan memfasilitasi istri dari 13 WNI dari beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Timur itu kembali ke tanah air.

"Saya mohon pemerintah bisa membantu, kasihan istri saya sedang hamil," harapnya.

Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur bakal bersurat ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Malaysia terkait 14 WNI yang ditahan di kantor keimigrasian.

Ketua DPC Astakira Cianjur, Ali Hildan, mengatakan, untuk sementara pihaknya akan bersurat dulu ke instansi terkait sehari menunggu respon terkait upaya pemulangan para WNI ke tanah air.

Kalau tak kunjung ada respon, ujar Ali, Astakira akan mendatangi Kemenlu dan berangkat ke KBRI di Malaysia untuk memproses langsung pemulangan.

"Ada prosedur yang harus ditempuh, makanya untuk sekarang kami akan bersurat dulu. Baru setelah itu kami akan datangi langsung ke Kemenlu, KBRI, dan pihak terkait lainnya jika memang tidak ada respon," kata Ali kepada detik.com, Jumat (13/3/2020).

Ali mengungkapkan, para WNI yang ditahan tersebut tidak melakukan tindakan kriminal, melainkan sebatas masalah administrasi.

Oleh karena itu, pemerintah harus berperan dan melakukan upaya agar mereka segera kembali ke tanah air.

"Terlepas mereka legal atau ilegal, mereka tetap Warga Negara Indonesia yang harus dilindungi. Ini hanya masalah administrasi. Makanya kami desak pemerintah turun tangan sehingga mereka bisa pulang," tegas dia.

(mud/mud)