Rentetan Gempa Guncang Jabar, Ini Penjelasan PVMBG

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 16:21 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa bumi (Foto: Ilustrasi/AFP)
Bandung -

Rentetan gempa mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat pekan ini. Dimulai dari Sukabumi pada Selasa (10/3), gempa kembali dirasakan oleh warga Cianjur dan Purwakarta pada Rabu (11/3).

Tercatat ratusan rumah mengalami kerusakan dengan berbagai skala, dengan titik terparah di Sukabumi yang digoyang gempa dengan kekuatan magnitudo 4,9.

Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis, titik pusat gempa di Kalapanunggal Sukabumi berada pada Zona Sesar Citarik yang membentang dari Pelabuhanratu, Bogor lalu Bekasi.

"Di Indonesia ada sekitar 300 sesar aktif, kemungkinan besar juga masih ada sesar aktif yang belum didefinisikan, wajar kalau di Indonesia banyak terjadi kejadian gempa," ujar Kasubid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG, Akhmad Solikhin saat ditemui detikcom, Rabu (12/3/2020).

Terkait rentetan gempa yang terjadi di Jabar belakangan ini, kata Akhmad, secara teori gempa di suatu lokasi bisa memicu gempa di lokasi lain yang berdekatan. Namun, teori ini masih memerlukan pembuktian empirik lebih lanjut.

"Kalau gempa itu ada stress (tegangan) yang merambat, tapi hal itu tidak selalu, tergantung dari jalur sesar atau tingkat kejenuhan di titik terdekat, kalau siap melepas stress ya gempa," katanya.

"Bisa dibilang ada kaitannya, tapi buktinya kurang. Jadi kalau bicara keterkaitan bisa jadi ada, bisa jadi tidak," ujar Akhmad.

Akan tetapi, katanya, berdasarkan katalog BMKG, gempa hampir setiap hari terjadi di Indonesia dengan lokasi yang acak.

Waktu terjadinya gempa pun tak bisa diprediksi secara pasti, dan hanya bisa merunut pada historis periodik gempa di lokasi tertentu. "Kalau ada gempa besar, pasti ada gempa kecil, itu wajar karena ada proses penyeimbangan," katanya.

Tonton video Imbas Gempa M 5 di Sukabumi, Rumah-rumah di 3 Kecamatan Rusak:

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)