Pemprov Jabar Mulai Uji Coba Bus Scania Trayek Dipatiukur-Jatinangor

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 14:55 WIB
Jawa Barat Resmi Uji Coba Bus Scania Ramah Difabel, Lansia, dan Lingkungan
Bus Scania di Bandung (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menguji coba Bus Scania sebagai kendaraan yang ramah bagi lansia, anak-anak, difabel dan lingkungan.

"Transportasi berbasis bus ini harus memiliki universal design yaitu nyaman untuk semua golongan. Golongannya itu anak-anak, difabel, lansia, dan ibu hamil." Ujar Ridwan Kamil saat ditemui wartawan dalam acara peresmian uji coba Bus Scania, Rabu (11/3/2020).

Lanjutnya jika uji coba ini berhasil, akan dianggarkan untuk kota-kota metropolitan di Jawa Barat seperti Bandung Raya, Bogor, Depok, dan Bekasi, dan Cirebon. Sekitar 5-20 akan dianggarkan untuk Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antarasari menyebut uji coba ini akan dilaksanakan untuk satu bulan pertama dengan tujuan Dipatiukur ke Jatinangor dan sebaliknya. Untuk satu Bus Scania mengeluarkan dana sekitar Rp 5 miliar.

"Pertimbangan dalam menggunakan Bus Scania yang diproduksi dari Swedia ini dalam rangka keselamatan pengguna dari kalangan mahasiswa, lansia, dan difabel. Dan tentu ini menjadi inovasi baru dalam segi kendaraan umum di Jawa Barat. Meskipun penggunaan Bus Scania telah dilakukan oleh Jakarta sejak lama," katanya.

Lanjutnya, jika Jawa Barat resmi menggunakan Bus Scania maka Jabar menjadi kota kedua di Indonesia yang menggunakan teknologi kendaraan dari Eropa ini. Pihaknya ke depan akan melakukan evaluasi dalam masa percobaan.

"Selama satu bulan ini akan dikaji ulang dan mengumpulkan data mengenai respon masyarakat untuk menentukan kebijakan selanjutnya. "Jika respon masyarakat positif, Bus Scania ini akan dijadikan rencana kerja di tahun 2021," tutur Hery.

Salah satu teman difabel, Aden Achmad yang ikut dalam uji coba selama kurang lebih 15 menit menyampaikan masukannya terkait bus universal.

"Klaksonnya diganti agar bisa membedakan mana bus standar dan mana bus universal, kemudian untuk teman tuli ada running text agar dapat mengetahui informasi pemberhentian," kata Aden.

Aden merasa sangat terbantu dengan adanya bus universal ini, sehingga ia dan teman-teman difabel lainnya tidak merasakan perbedaan fasilitas dibanding dengan orang normal pada umumnya.

(mud/mud)