Sebelum meresmikan fasilitas tersebut, pria yang akrab disapa Emil itu melakukan video conference dengan kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jabar. Ia menanyakan langkah dari setiap kepala daerah terkait penanganan virus Corona atau COVID-19.
"Hari ini Jabar Command Center kita resmikan, ini bisa dilihat kesibukan kantor ini karena Jabar ingin jadi provinsi yang responsif dan tanggap terhadap isu yang sifatnya harian, dan saat ini yang mengemuka soal COVID-19," kata Kang Emil di sela acara.
Kepala Diskominfo Jabar Setiaji mengatakan pusat kendali ini dilengkapi dengan kemampuan analisis video yang terintegrasi dengan CCTV yang terpasang di sejumlah sudut di Jabar.
"Kita bisa tahu titik-titik mana saja yang padat, termasuk kerumunan masyarakat, dan kita mendeteksi mobil mana yang belum bayar pajak. kita akan melengkapi dengan fiturnya dengan langsung notifikasi agar bisa meningkatkan pendapatan pajak," ucap Setiaji.
Dari pusat kendali ini pula, arus informasi dan tren di media sosial bisa terpantau. Begitupun dengan pantauan jarak jauh bagi daerah yang rentan bencana.
"Termasuk laporan dari integrated SRM, sehingga semua laporan bisa dimonitor lagi oleh masyarakat," ujarnya.
Untuk sementara ini, pusat kendali ini juga difungsikan sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar). "Terus kemudian status terkini mengenai penderita ataupun pasien COVID, termasuk penanganan yang sudah dilakukan," katanya.
Tonton juga Pemprov Jabar Siapkan 28 Rumah Sakit untuk Penanganan Corona :
(yum/mso)











































