Cerita Ibu Anjanii Bee yang Telusuri Video Penganiayaan Anaknya di Facebook

Dian Firmansyah - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 11:52 WIB
Anjanii Bee
Foto: tangkapan layar Facebook akun Anjanii Bee
Subang -

Nita Handayani, tak menyangka anak perempuannya Intan Marwah Sofiyah alias Anjanii Bee (20) tewas mengenaskan dibunuh. Video penganiayaan anaknya konon sempat beredar di facebook.

"Enggak tau bener atau enggak, katanya video pemukulan anak saya ada di grup XTC. Saya coba cek di FB atas nama siapa saya lupa, udah diblock," ujar Nita usai pemakaman anaknya Jumat (6/3/2020).

Nita mengaku anaknya ikut komunitas geng motor XTC. "Menurut info temen anak saya, karena kesalahpahaman. Anak saya ikut komunitas XTC tapi pake baju Brigez jadi pukulin, tapi enggak tahu bener atau enggak ya," ujar Nita.

Ia mengaku terakhir kali berhubungan dengan anaknya pada Minggu (1/3/2020) jelang tengah malam. Ia video call dengan Anjani yang tengah berada di Kota Bandung.


Saat video call, Nita mengatakan anaknya berada di kontrakan pacarnya. Ia melihat persis seprai dan sarung bantal kamar kontrakan itu. "Saya minta anak saya pulang karena ada yang mau diomongin," tuturnya.

Karena itu Nita mengaku kaget saat mendengar informasi dari kerabatnya pada Kamis (5/1/2020). "Pertama kali saya dikabarin sama saudara di Cikarang, coba cek itu tato anak kamu bukan yang jadi korban, kata sodara saya. Saya enggak langsung percaya, setelah ada pihak kepolisian mengkonfirmasi dan mengirimkan foto wajahnya, iya itu anak saya, saya di minta datang ke sana," jelasnya.

Dia berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap pembunuh anaknya. Ia ingin pelaku dihukum setimpal.

"Harus sama harus seimbang apa yang pelaku lakuin harus setimpal sama perbuatan sama anak saya. Pengen pelaku segera tertangkap," tegas Nita.


Sementara itu Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana menyatakan identitas pelaku pembunuhan Anjanii Bee sudah dikantongi. Polisi telah memeriksa 12 saksi dalam kasus ini.

"Sudah mengarahkan ke pelaku. Untuk motif sendiri belum diketahui, masih didalami. Ini yang jelas kasus pembunuhan. Dugaan dibunuh di Bandung lalu di buang di TKP ada seperti itu. Tapi sampai sekarang masih pemeriksaan intensif," jelasnya.

(ern/ern)