Hii...Sampah Kotori Pantai Muara Citepus Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 19:48 WIB
Sampah Kotori Perairan Pantai Muara Citepus Palabuhanratu Sukabumi
Sampah kotori pantai di Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Tumpukan sampah berserakan di muara Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Sampah berupa kantong plastik, gelas dan botol kemasan minuman ringan hingga batang kayu terlihat merusak pemandangan di lokasi tersebut.

Hujan besar melanda daerah pesisir pantai selatan tersebut pada malam tadi, aliran sungai membawa tumpukan sampah hingga ke pesisir pantai.

"Sejak kemarin sampai malam tadi hujan, aliran Sungai Cidahon meluap bawa sampah dari hulu dan terbuang di tempat ini," kata Ujang, warga yang berada di lokasi kepada detikcom, Jumat (6/3/2020).

Terlihat beberapa petugas berseragam Balawista menyingkirkan sampah menggunakan sapu lidi. Tumpukan sampah itu kemudian dibakar, serpihannya di buang ke tempat sampah tak jauh dari lokasi.

Asep Edom Saepuloh, Kepala Operasional dan SDM Balawista Kabupaten Sukabumi, menyebut tumpukan sampah yang saat ini berserakan sedikit demi sedikit sudah berkurang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Warga di sekitar wisata pantai Citepus disebut Asep memang dipersiapkan untuk selalu menjaga kebersihan.

"Sampah yang menumpuk ini berasal dari mereka yang tinggal di dekat bantaran sungai, sampah-sampah itu dibuang sembarangan sampai akhirnya terbawa arus sungai dan berakhir di tempat ini," ujar Asep.

Material sampah rumah tangga disebut Asep memang selalu mendominasi selain ranting pepohonan.

"Kadang kita menemukan pampers, plastik bumbu, makanan ringan. Harapan kami, Dinas Kebersihan bersama pihak desa dan kecamatan yang memang wilayahnya terdapat lintasan sungai untuk selalu memperingatkan warganya agar tidak buang sampah sembarangan," harap Edom.

Edom juga meminta rutinnya sosialisasi dan penerapan hukum bagi mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. "Berlakukan hukuman, biar ada efek jera kalau terus di biarkan sampai kapan permasalahan sampah akan selesai. Walaupun tidak ada hujan, sampah selalu menumpuk di sini," tandasnya.

(sya/mud)