Dua ASN Pemkab Bogor Jadi Tersangka Kasus Suap Izin Vila di Puncak

Farhan - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 16:45 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi kasus suap (Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian/detikcom)
Bogor -

Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditangkap Satreskrim Polres Bogor di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor. Polisi menetapkan oknum ASN itu sebagai tersangka kasus suap.

Kedua ASN, FA dan IR, diduga menerima suap dalam proses perizinan pembangunan villa dan rumah sakit. "Statusnya tersangka. Inisial FA dan IR. Tindak pidananya kita kenakan Undang-undang korupsi, yakni menerima uang yang memang bukan kewenangannya," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020).

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menuturkan IR dan FA ditangkap karena diduga menerima suap untuk memuluskan perijinan pembangunan villa di kawasan Puncak dan sebuah rumah sakit di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Intinya untuk mengeluarkan izin, itu izinnya untuk pembangunan villa di Cisarua, Puncak dan rumah sakit di Cibinong," ujarnya.

"(IR dan FA) kita kenakan undang-undang korupsi, ancaman hukumannya lima tahun," Roland menambahkan.

IR dan FA merupakan dua ASN di Pemkab Bogor yang ditangkap Satreskrim Polres Bogor pada Selasa (3/3) sore. Keduanya dijemput bersama empat orang lainnya di kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa dokumen dan uang tunai sebesar Rp 120 juta.

(bbn/bbn)