Warga Minta Pembangunan Jalan Poros Tengah Garut Disetop

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 13:18 WIB
Demo pecinta lingkungan di garut
Foto: Hakim Ghani/detikcom
Garut -

Sejumlah warga di Garut menuntut Pemda menghentikan pembangunan jalan poros tengah Cilawu-Banjarwangi. Pembangunan jalan baru itu dianggap merusak lingkungan.

Massa yang tergabung dalam Konsorsium Penyelamatan Cikuray melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Tarogong Kidul, Selasa (3/3/2020) pagi.

Dalam aksi tersebut, massa melakukan long march terlebih dahulu dari bundaran simpang lima menuju kawasan kantor Bupati Garut sekitar 800 meter.

Menurut koordinator aksi Aa Usep Ebit Mulyana, pembangunan jalur poros tengah Garut merusak ekosistem hutan Gunung Cikuray.

"Fakta kerusakan ekosistem kawasan Gunung Cikuray ini semakin terlihat dengan adanya alih fungsi lahan ini. Marak illegal logging, kemudian terganggunya habitat satwa-satwa yang dilindungi," kata Aa kepada wartawan di sela-sela aksi, Selasa (3/3).

Menurut Aa, pembangunan Jalur Poros Tengah itu dianggap merusak hutan dan dianggap sebagai alih fungsi lahan hutan Gunung Cikuray.

Dampak kerusakan lingkungan, sambung Aa, sudah banyak dirasakan masyarakat. Mulai hilangnya mata air hingga meningkatnya ancaman banjir bandang dan longsor di musim hujan.

"Nanti bisa berimbas pada penurunan kualitas kehidupan masyarakat, baik sekitar kawasan maupun masyarakat secara umum," katanya.

Aksi tersebut berjalan tertib. Saat melakukan aksi, massa membawa berbagai poster berisi penolakan pembangunan jalur poros tengah. Selepas melaksanakan aksi, sebagian massa mengadakan audiensi dengan anggota Dewan dan perwakilan Pemkab.

"Kami berharap Pemkab membatalkan rencana pembangunan jalur poros tengah," pungkas Aa.

(ern/ern)