Pilu Mak Eha, Hidup Sebatang Kara di Rumah Ambruk dan Idap Tumor Ganas

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 15:05 WIB
Pilu Mak Julaeha hidup sebatang kara di rumah ambruk dan sakit tumor ganas
Pilu Mak Julaeha hidup sebatang kara di rumah ambruk dan sakit tumor ganas (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Julaeha (64), janda tua hidup sebatang kara di rumahnya yang hampir ambruk di Kampung Lembur Tengah, RT 02/05, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Kondisi rumah Julaeha yang tak memiliki seorang anak pun, sangat memprihatinkan. Bagian belakang rumahnya yang berfungsi sebagai kamar, dapur, dan kamar mandi kini tak bisa digunakan lagi.

Bagian plafon rumah dan kerangkanya kini sudah ambruk menimpa sejumlah perabotan yang mengisi setiap sudut ruangan tersebut. Tak hanya bagian plafonnya saja, namun tembok pembatas kamar dengan dapur dan kamar mandi pun ikut ambruk.

Tak hanya di bagian belakang, bagian terdepan rumah Julaeha pun nampak sudah bolong-bolong dan lapuk dimakan usia. Bahkan kayu penyangga plafonnya sudah melengkung menunggu waktu untuk ambruk juga. Padahal ruangan itu saat ini dijadikan juga sebagai ruang tidur Julaeha.

Perempuan yang oleh warga sekitar karib disapa Mak Eha itu, menceritakan awal ambruknya bagian belakang rumah peninggalan ayahnya itu terjadi pada Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu hujan mengguyur sejak Jumat malam.

"Emak sedang bangun, tiba-tiba dengar ada suara 'bruk' di bagian belakang. Emak kira ruangan sebelahnya yang ambruk. Emang tidur lagi. Pas mau solat subuh, kaget lihat dapur sama kamar sudah ambruk semua atapnya," kata Emak Eha saat ditemui, Senin (2/3/2020)..

Sejak ambruk hingga kini, material reruntuhan yang menutupi dapur dan kamar mandi belum disingkirkan. Saat hujan, air masuk ke dalam rumahnya tanpa terhalangi.

"Ya sekarang kalau hujan pasti bocor, jadi di belakang itu becek dan kotor. Tapi emak diamkan saja, bahaya kalau dibereskan. Emak juga ga punya tenaga buat beres-beresnya. Tapi alhamdulillah sudah lapor ke RW," katanya.

Tak hanya rumahnya yang nyaris ambruk sepenuhnya, Julaeha juga ternyata mengidap tumor ganas di bagian perutnya. Perutnya kini menyerupai wanita hamil tua.

"Emak juga punya tumor di perut. Sudah membesar, seperti yang hamil. Sebelumnya pernah dirontgen, memang disuruh dokter operasi. Tapi emak takut kalau operasi, jadi didiamkan saja," ceritanya.

Tumor tersebut mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Sebagai seorang janda yang ditinggal meninggal suami sejak 2012 lalu, Julaeha menggantungkan hidup pada saudaranya.

"Kebetulan saudara rumahnya di sebelah, jadi kalau makan dan ke air itu ikut ke saudara. Udah nggak pernah masak sendiri, soalnya emak nggak punya siapa-siapa lagi di rumah," kisahnya.

Julaeha berharap pemerintah segera memperbaiki rumahnya agar ia bisa tenang tinggal di rumah tersebut sambil menghabiskan masa tua.

"Mudah-mudahan segera diperbaiki, emak cuma punya rumah ini aja untuk tinggal. Kalau tumor, emak masih takut operasi, jadi belum tau mau diobati atau didiamkan saja," ujar Eha

(mud/mud)