Round-Up

Ganja Sintetis Pencabut Nyawa Santri di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 11:11 WIB
makanan kematian
Foto: Ilsutrassi (iStock)
Sukabumi -

Suara teriakan minta tolong memecah kesunyian warga Kampung Cibodas, RT 18 RW 03 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Teriakan itu didengar warga sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa (25/2/2020).

Warga kemudian menelusuri asal suara teriakan itu hingga ke area pesawahan. Saat itu ia melihat dua sosok tubuh tergeletak, satu diantaranya dipenuhi lumpur dan tidak bergerak sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi lemas.

Keduanya diketahui berstatus santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Bojonggenteng. Mereka ditemukan terkapar misterius tak berdaya di area sawah. Salah satunya tewas. Keduanya masing-masing berinisial Fir dan As.

"Saya dapat laporan warga yang mendengar teriakan minta tolong kemudian diperiksa ada dua orang tergeletak di sawah. Satu kondisinya tidak bergerak, meninggal dunia. Satu lagi masih hidup, merintih katanya sakit-sakit," kata Aep Saepudin, ketua RT 18, Rabu (26/2/2020) lalu.

Pengurus ponpes membenarkan dua remaja tersebut santrinya. Keduanya asal Jakarta.

"Firman dan Asep asal Jakarta. Korban meninggal bernama Firman. Firman ikut program (mondok) selama 6 tahun artinya SMP dan SMA. Sementara Asep empat tahun," kata Moh Nur, salah seorang pengurus ponpes.

Nur mengaku terakhir bertemu dengan Firman pada Selasa (25/2) sore. Saat itu ada kegiatan simulasi ujian nasional yang berlanjut ke salat magrib berjamaah dan makan malam di lingkungan pesantren.

"Setelah itu mereka diantar kembali ke asrama, setelah itu terputus di situ. Lalu dikabari pihak pesantren bahwa Firman ditemukan meninggal dunia," kata Nur.

Tonton video Bak Film Eksyen, BNN Kejar Sindikat di Sumatera Utara: