Musim Hujan dan Banjir, Lapas Karawang Lakukan Fogging Cegah DBD

Luthfiawan Awaluddin - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 19:38 WIB
Cegah DBD, Lapas Karawang lakukan fogging
Foto: Cegah DBD, Lapas Karawang lakukan fogging (Luthfiawan Awaludin)
Karawang -

Hujan ekstrem dan musibah banjir yang mengepung wilayah Kabupaten Karawang membuat sejumlah pihak waspada. Sebab, banyaknya genangan air meningkatkan risiko penyebaran penyakit, salah satunya demam berdarah dengue(DBD).

Di Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 A Karawang misalnya, sedang rutin dilakukan fogging atau pengasapan. Hal itu dilakukan demi mencegah munculnya DBD dan membasmi jentik nyamuk.

"Supaya memutus mata rantai penyebab penyakit demam berdarah," kata Kamesworo, Kasi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas IIA Karawang, Kamis (27/2/2020).

Pantauan detikcom, berbekal mesin fogging, tiga orang petugas menyemprotkan asap ke seluruh penjuru rutan. Seluruh ruangan, sel tahanan hingga selokan disemprot asap tebal. "Kegiatan fogging ini perlu dilakukan potensi DBD di Lapas diketahui sangat tinggi, terutama di ruang tahanan," ujarnya.

Menurut Kamesworo, lapas menjadi salah satu lokasi yang memiliki resiko tinggi penyeberangan demam berdarah. Paslnya jumlah penghuni di lapas tersebut cukup banyak.

"Untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti, kita mengimbau seluruh penghuni lapas untuk meningkatkan kebersihan di masing-masing kamar maupun lingkungan sekitarnya," kata dia.

Melihat kasus yang meningkat, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepada Puskesmas untuk melakukan sosialisasi satu rumah satu pemantau jentik (Jumantik) secara berkala kepada masyarakat.

"Pengawasan jentik nyamuk dilakukan langsung oleh keluarga. Setiap satu keluarga harus memiliki pengawas Jumantik," ucapnya.

Masyarakat juga diminta Yayuk, untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) 3M plus secara serentak. Di antaranya menguras bak mandi minimal lima hari sekali, menutup penampungan atau bak air, mengubur barang yang berpotensi menjari sarang nyamuk berjentik, membersihkan lingkungan termasuk tempat-tempat yang bisa menampung air, seperti tempat minum burung dan pot.

"Talang-talang juga dibersihkan dan dipastikan air mengalir dan menanam tanaman anti nyamuk," ucapnya.

Yayuk menyebutkan kasus DBD di Tahun 2019, telah merenggut nyawa satu orang warga asal Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok. Sepanjang tahun 2019 lalu terdapat 199 kasus warga yang terkena DBD. "Bahkan tahun lalu ada yang meninggal satu orang," ujarnya.

Tonton juga Dampak Banjir Karawang 9.770 Jiwa Mengungsi :

[Gambas:Video 20detik]

(mso/mso)