Heboh Panji Petualang Lepas King Cobra 'Garaga' ke Alam Liar

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 12:52 WIB
Momen Panji Petualang bebaskan ular kobra Garaga
Momen Panji Petualang membebaskan ular kobra Garaga (Foto: dok. Istimewa)
Cianjur -

Ular king cobra 'Garaga' yang viral setelah dievakuasi dan sering masuk di channel YouTube Panji Petualang akhirnya dibebaskan kembali ke alam liar.

Posting-an Panji yang menunjukkan proses pelepasan kembali ular yang dinamai dengan salah satu tokoh ular di film anime Naruto itu pun banyak mendapatkan tanggapan dan disukai oleh ratusan ribu pengguna Instagram.

Kebanyakan dari mereka merasa sedih tak bisa lagi melihat Garaga dalam video Panji. Namun beberapa di antaranya mendukung langkah Panji agar menjadi contoh perlindungan bagi satwa liar.

"Baru pertama sedih gara-gara ular, padahal megang aja takut," tulis pemilik akun @rhaimerdekawati_76 dalam kolom komentar posting-an Instagram Panji Petualang.

Selain itu, pemilik akun @pancaindra25 berkomentar, "Mantap, lanjutkan, kang, perjuanganmu untuk Garaga."

Saat dimintai konfirmasi, Panji Petualang mengaku memang sejak awal ingin mengembalikan Garaga, ular king cobra yang dia amankan dari lahan pertanian di Sumedang, Jabar.

Namun dia mengaku berat melepaskan ke alam karena ular dengan panjang 5 meter itu sudah viral, sehingga dikhawatirkan menjadi objek buruan pemburu liar. Pasalnya, ular king cobra sebesar itu jarang terlihat di alam.

"Khawatirnya itu ketika dilepas begitu saja dan tempatnya diketahui malah diburu lagi. Makanya kemarin observasi tempat, yang memang aman untuk Garaga berasa di alam liar," ungkap Panji saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (27/2/2020).

Akhirnya Panji berhasil menemukan tempat yang cocok dan beberapa hari lalu sudah melepas Garaga ke alam. Tetapi Panji tidak mau menyebutkan di mana dia dan tim YouTuber pencinta reptil melepas Garaga.

"Pokoknya awal pekan ini sudah dilepas di kawasan konservasi. Dia aman karena berada kawasan yang dilindungi," terang Panji.

Dia pun berharap, dengan telah dilepaskannya Garaga ke alam, semua pihak dapat mengikuti jejaknya mengembalikan hewan yang memang liar kembali ke alam.

Panji juga mengimbau agar dalam mengevakuasi hewan liar, terutama ular, tetap menggunakan alam pengaman. Sebab, karakter ular tidak bisa ditebak dan bisa menimbulkan efek yang berbahaya.

"Intinya, saya berpesan agar kita tetap melindungi hewan. Ketika ada di alam, biarkan mereka. Saya tangkap Garaga waktu itu karena berkonflik dengan masyarakat, sehingga perlu dievakuasi. Adapun yang saya pelihara saat ini memang hewan yang sudah ditangkarkan, bukan yang dari alam liar. Semoga apa yang saya selalu sampaikan di channel YouTube soal cara aman menangkap ular juga jadi edukasi untuk masyarakat," ujar Panji.

(mud/mud)