Round-Up

BNPB Soroti Banjir Musiman di Jabar

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 09:54 WIB
Banjir di Karawang
Bocah bermain di genangan air yang menerjang Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang -

Musibah banjir yang mengepung Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum surut. Bantuan kepada korban banjir di sejumlah pengungsian sudah berdatangan. Namun Pemkab diingatkan untuk menyusun langkah strategi pengurangan risiko, sebab banjir besar rutin datang setiap lima tahun.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mewanti-wanti pemkab untuk segera menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). Dengan RPB yang tepat, dinilai bisa mengantisipasi musibah banjir yang siklikal. Selain Karawang, banjir menerjang daerah di Jabar lainnya yaitu Subang, Bekasi, Bogor, dan Indramayu.

"Melalui RPB, potensi-potensi bencana di daerah dapat diketahui dan terpetakan secara detail dan jelas. Sehingga antisipasi yang tepat bisa dilakukan sebelum siklus bencana datang. Saya harap nanti Karawang juga membuatnya," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo saat meninjau banjir di Karawang, Rabu (26/2) kemarin.

Kemampuan Pemkab Karawang dan Pemprov Jabar menghadapi musibah banjir tahunan memang dipertanyakan. Di Kecamatan Cilamaya misalnya, setiap terjadi banjir, luapan air hampir tak pernah terdeteksi.

"Belum ada sistem peringatan dini atau early warning system (EWS). EWS sangat diperlukan untuk menentukan tanggap darurat," ujar Willy Firdaus, dari Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadas C+) kepada detikcom, Kamis (27/2/2020).

Simak Video "Naik Perahu, Bos PLN Inspeksi Listrik Daerah Banjir Jakarta"

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2