Keluarga Siswi SMP Korban Perundungan Siap Damai, Tapi...

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 18:37 WIB
siswi smp di sukabumi jadi korban perundungan
(Foto: Tangkapan layar video dari korban)
Sukabumi -

Keluarga siswi SMP korban perundungan di Kota Sukabumi membantah keterangan Dinas Pendidikan yang menyebut ada upaya pendekatan untuk mendamaikan peristiwa penganiayaan tersebut.

Meskipun begitu, keluarga mengaku akan membuka pintu seluas-luasnya upaya damai selama ada sanksi dari lembaga pendidikan di Kota Sukabumi sebagai efek jera atas perbuatan yang mereka lakukan.

"Dari kepolisian belum ada mengabari kita lagi begitu juga dari pihak dinas, sekolah maupun keluarga pelaku enggak ada. Saat ini kami takut melangkahi penanganan kepolisian, ikut proses saja. Kalaupun harus damai ada beberapa catatan yang harus dijalankan sebagai syarat, tapi bukan tuntutan materi," kata Arip Sopana, kakak korban kepada detikcom, Selasa (25/2/2020).

Persyaratan itu dikatakan Arip di antaranya sanksi tidak naik kelas, permintaan maaf dari pihak keluarga secara terbuka kepada media dan sanksi lain di luar hukum pidana.

"Kami juga sangat paham, mereka masih di bawah umur. Makanya syarat kita ini di luar hukum pidana, berakhir damai kita mau aja ikut, saat mediasi kita ada tuntutan itu tadi. Si keluarga permintaan maaf lewat media. Syarat ini agar mereka pelakunya diberikan efek jera, minimal dia ga naik kelas," lanjut Arip.

Terkait kondisi sang adik, Arip menyebut sudah bisa bersekolah seperti biasa. Belum ada pengobatan lanjutan termasuk permintaan pemeriksaan dalam oleh dokter. Aparat kepolisian sendiri disebut Arip menguatkan adiknya agar tidak merasa trauma.

"Kondisi sudah bisa sekolah, kebetulan kemarin mau latihan nari lagi. Perlombaan di Bandung, nari di Jabar. Ikut pelatihan dengan apih Ajat yang sama sule itu, luka dalam belum kita cek lagi, selain itu memang dia masih memar agak kebiruan. Kata dokter kalau ada kebiruan diiringi pendarahan langsung lapor ke dokter kandungan," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu mengaku pihaknya masih berupaya melakukan pendekatan kepada keluarga untuk upaya perdamaian.

"Terus menerus, kita ingin bahwa mereka ini damai. Apabila mereka sudah merasa bahwa ini bukan kriminal, ini hanya gejala penyimpangan perilaku untuk anak-anak makanya students camp ini salah satu upaya untuk meminimalisir itu," jelas Nicke.

(sya/mud)