Kecelakaan Beruntun di Bandung Barat, Tiga Orang Tewas

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 17:14 WIB
Kecelakaan di Bandung Barat tiga orang tewas
Foto: Kondisi sepeda motor korban kecelakaan di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikcom)
Cimahi -

Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Cihanjuang Km 55, tepatnya di Kampung Cihanjuang, RT 03 RW 08, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tiga orang tewas dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi, kecelakaan berawal dari motor matic nomor polisi D 3448 UCD yang dikendarai Regina melaju dari arah Cisarua menuju Cimahi. Saat kejadian Regina membawa dua penumpang yakni Siti Aisyah (32) dan Febiyan (5).

Sepeda motor yang dikendarai Regina diduga mengalami rem blong hingga menyenggol sepeda motor nomor polisi D 5688 GO dikendarai Chrismarantica Dessye (50) yang berada di lajur yang sama. Kemudian motor tersebut menabrak bagian belakang sebuah minibus berwarna putih dengan nomor polisi D 1748 UAM yang dikemudikan Tatap Kurniawan.

"Motor itu terlebih dahulu menyenggol motor lain yang searah sampai jatuh. Kemudian menghantam bagian belakang mobil minibus sampai akhirnya berhenti masuk ke selokan dengan kondisi motor ringsek di bagian depan," ucap Kanit Lakalantas Polres Cimahi, Iptu Erin Heriduansyah di Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Akibat kejadian itu, Regina dan dua penumpangnya meninggal dunia. Satu korban bernama Chrismarantica Dessye (50) mengalami patah kaki dan memar-memar.

"Korban meninggal ibu, anak, dan saudaranya, menderita luka pada bagian kepala dan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. Ibu dan anaknya berada di selokan tempat mereka akhirnya berhenti, sementara yang satu di pinggir jalan. Penyebab mereka meninggal dunia juga akibat tidak mengenakan helm sehingga ada luka parah pada bagian kepala," ucapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kecelakaan tersebut diduga karena rem blong. Hal itu diketahui dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi serta rekaman CCTV.

"Dugaan awal ini karena rem blong. Kecepataan kendaraan diperkirakan mencapai 90 kilometer perjam. Ditambah beban berat dari penumpang motor, jadi motor tidak bisa dihentikan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata mengungkapkan mendengar suara cukup keras saat kejadian. Dia yang sedang berada di dalam warung cukup terkejut.

"Kebetulan saya sedang di dalam, jaga warung. Tiba-tiba saya dengar suara 'brakk' itu kencang sekali. Saya feeling ini pasti tabrakan, pas dicek ternyata betul memang ada kecelakaan," kata Asep salah saeorang pedagang yang berada di dekat lokasi kejadian.

Saat ini, tiga pengendara motor yang meninggal berada di kamar mayat RSUD Cibabat. Sementara dua pengendara motor yang selamat, Chrismarantica dan Heti Rostanti (49), masih di rawat di RSUD Cibabat.

(mso/mso)