Disidak Dansektor 9 Citarum Harum, PT Combiphar Angkat Bicara

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 23 Feb 2020 12:07 WIB
Dansektor Citarum emosi pergoki pabrik buang limbah
(Foto: tangkapan layar video)
Bandung Barat -

Perusahaan farmasi PT Combiphar angkat bicara soal viral Dansektor 9 Kolonel Inf Amir Mahmud emosi saat sidak ke perusahaan itu. Pihak perusahaan menegaskan telah melakukan perbaikan pengelolaan suhu air.

"Sehubungan dengan pemberitaan mengenai pengelolaan air limbah pabrik PT Combiphar, kami telah mengadakan dialog dan koordinasi dengan Satgas Citarum dan telah melakukan perbaikan dalam pengelolaan suhu air kondensat yang dipermasalahkan," ucap Head of Corporate Communication & Community Development PT Combiphar Maria Dewantini Dwianto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (23/2/2020).

Suhu air yang keluar dari saluran di pabrik yang berada di Kabupaten Bandung Barat ini dipermasalahkan Amir Mahmud saat melakukan sidak beberapa waktu lalu. Air yang keluar memiliki suhu yang panas.

Maria menyatakan dalam pengelolaan air limbah, pihaknya mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan dan lingkungan sekitar. Pihaknya ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

"Combiphar menempatkan aspek keselamatan, kesehatan dan lingkungan sebagai prioritas dan kami selalu bersedia bekerjasama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa operasional pabrik dan kantor kami membawa manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujar tuturnya.

Seperti diketahui, Amir Mahmud emosi saat melihat air yang keluar di pabrik tersebut memiliki suhu di atas normal. Amir sempat berdebat dengan perwakilan perusahaan. Aksi Amir berdebat viral di media sosial.

"Ini kan basisnya lingkungan hidup, mana aturannya? Saya tanya balik ke bapak ada aturannya tidak?," ucap pria berkaus merah itu.

Amir lalu menimpali. Dia menyebut bahwa suhu air yang keluar tidak boleh lebih dari normal.

"Matamu. Kamu tahu baku mutu air tidak boleh air keluar lebih dari suhu normal," kata Amir dalam video.

Amir lantas mengambil gayung berwarna merah. Dia mengambil sedikit air dari sungai kecil tersebut. Dia lalu meminta beberapa orang yang ada di lokasi untuk menyentuh air di dalam gayung. Sejumlah orang yang terlihat menggunakan pakaian satpam satu orang, seragam kerja satu orang dan pakaian kemeja biasa satu orang kompak menyebut jika air tersebut panas.

"Ini panas seperti ini nggak boleh ke sungai. Saya kecolongan. Saya dua kali saya ke sini. Kalau tahu dari kemarin, sudah saya tutup," kata Amir.

Perwakilan perusahaan tampak memotong pembicaraan Amir. Dia menyebut sama-sama tidak tahu soal aturan air panas tak boleh dibuang ke sungai.

"Kan kita konfirmasi sama-sama kalau ada kekurangan ke saya, saya nggak paham aturannya sama-sama. Iya pak tapi di farmasi itu ada empat....," kata pria itu.

"Iya tapi air ini juga mencemari, suhu itu nggak boleh," kata Amir memotong.

Dialog semakin tak terkontrol. Pria berkaus merah meminta agar Amir bicara dengan bahasa yang biasa-biasa saja.

"Bapak bicaranya biasa saja ga usah pakai gombal-gombal dong," kata pria berkaus merah dengan nada tinggi.

"Aku sudah biasa. Kau gombal karena kau tidak tahu aturan,* balas Amir dengan nada tinggi juga.

"Saya orang biasa pak. Memang saya malaikat semuanya tahu," kaya pria berkaus merah lagi dengan nada tinggi.

"Sudah tahu aturan pura- nggak tahu. Saya tahu makanya saya marah," kata Amir membalas.

Kapendam III Siliwangi Kolonel FX Sri Wellyanto membenarkan soal video yang viral tersebut. Menurutnya, saat itu Amir tengah bertugas melakukan sidak ke perusahaan itu.

"Iya biasa melakukan pengecekan. Saat dicek Ipal bagus. Cuma ada satu titik ada pipa pembuangan nggak tahu dari mana mengeluarkan air panas. Seharusnya kan nggak boleh," kata Welly saat dikonfirmasi detikcom.

(dir/mud)