Round-Up

Sesumbar Eks Presiden ISIS Indonesia: Siap Tampung WNI Eks ISIS yang Pulang

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 11:41 WIB
Eks Presiden ISIS Indonesia Chep Hernawan
Foto: Ismet Selamet
Cianjur -

Sepekan ini, Eks Presiden Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) Regional Indonesia Chep Hernawan sempat menghebohkan publik dengan klaimnya terkait kabar pemulangan dan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS di Suriah.

Di saat publik tengah pro kontra terkait pemulangan WNI Eks Isis, Chep Hernawan menyebutkan mereka betah dan hidup senang selama berada di Suriah. Bahkan kabar mereka ingin pulang disebut hoaks.

"Hoaks, tidak benar mereka ingin pulang. Mereka nyaman dan betah tinggal di sana. Mereka dapat penghasilan besar dan sejahtera di Suriah," ujar Chep saat ditemui di rumahnya di Jalan Aria Wiratanurdatar Kabupaten Cianjur, belum lama ini.

Chep juga menilai pemerintah dan berbagai pihak terlalu lebay dalam menilai ataupun menanggapi permasalahan ISIS.

Apalagi, kepulangan mereka dikaitkan dengan potensi penyebaran paham radikal di tanah air sehingga kemungkinan terjadinya bom bunuh diri.

"Tidak ada itu penyebaran paham radikal, mereka hanya warga yang memang ingin memperjuangkan dan ingin mati syahid. Karena bagi mereka ada dua pilihan, hidup mulia atau mati syahid," ucap dia.

Chep juga memastikan kalapun mantan ISIS pulang pun mereka hanya ingin bertemu dengan keluarganya, bukan untuk menyebarkan teror apalagi paham radikal.

"Kami sudah berikrar jika ingin berjuang silakan di luar, tidak di tanah air. Jangan ada bom di tanah air, semua sudah sepakat dalam pertemuan di Cipanas beberapa tahun lalu," ungkap Chep.

Siap Tampung WNI Eks ISIS

Chep Hernawan mengaku siap menampung WNI eks kombatan ISIS jika benar-benar ada yang ingin pulang. Namun Chep menegaskan tidak ada dari mereka yang ingin kembali ke Tanah Air.

"Jika memang benar (ada yang ingin pulang), saya siap menampung kalau memang banyak yang menolak. Tapi kan itu jikalau ada yang pulang, tapi saya tidak yakin ada yang ingin. Karena mereka di sana hidup enak," ujar Chep.

Dia mengatakan ada sekitar 700 orang warga Indonesia yang masih ada di Suriah. Beberapa di antaranya pun sering berkomunikasi, dan dari pengakuan mereka tidak terbersit atau berniat untuk pulang ke tanah air.

"Masih komunikasi, tapi tidak tiap hari. Dan tidak ada yang menyebutkan ingin pulang," tuturnya.

WNI Eks ISIS Berpenghasilan Besar

Chep Hernawan juga mengklaim jika para WNI Eks ISIS memiliki penghasilan besar hingga dapat mengirimkan uang sebesar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per bulannya untuk keluarga di Tanah Air.

"Penghasilannya besar, bisa kirim uang juga ke keluarga," ujar Chep.

Dijelaskan Chep, eks ISIS kini sudah menguasai kilang minyak usai Amerika pergi dari negeri berkonflik tersebut. Meskipun dari hasil kilang minyak itu dibagi antara pemerintahan Suriah dan ISIS, namun pundi uang yang didapat tetap besar. "Jadi untuk pemerintahnya di sana 70 persen dan untuk ISIS 30 persen dari hasil kilang minyak itu. Makanya sejahtera," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, para WNI eks ISIS bingung mencari penghasilan jika berada di tanah air. Bagi mereka yang berpendidikan tinggi pun kemungkinan hanya mendapat pekerjaan dengan gaji paling besar RP 5 juta, dan untuk mereka yang tidak terlalu memiliki keterampilan mendapatkan gaji lebih kecil.

Berapa penghasilannya?

Eks Presiden ISIS Indonesia Bicara Soal Kepulangan WNI Eks ISIS:

Selanjutnya
Halaman
1 2