KPAI Minta Pemkab Cianjur Serius Tangani Kasus Pemerkosaan Anak

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 20:18 WIB
KPAI minta Pemkab Cianjur fokus tangani kasus pemerkosaan
(Foto: Istimewa) Komisioner KPAI
Cianjur -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur dan instansi terkait untuk berperan aktif dalam menangani kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Komisioner KPAI, Ai Maryati, mengatakan, munculnya dua kasus pencabulan di Cianjur dengan korban yang masih di bawah umur harus jadi perhatian serius. Sebab dikhawatirkan ada korban lainnya yang tidak terungkap.

"Ada dua kasus dalam waktu yang berdekatan, hanya berselang dua minggu. Kedua korban juga sampai hamil. Tentu kami turut prihatin dengan adanya kasus di Cianjur ini," ujar Ai saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (21/2/2020).

Ai mengatakan munculnya dua kasus berbeda dengan kondisi korban yang sama membuat Cianjur dianggap sudah gawat. "Iya Gawat Cianjur itu," kata Ai.

Dia juga menyebutkan korban akan menghadapi penderitaan berlipat, tidak hanya menjadi korban persetubuhan tapi juga harus menjadi seorang ibu di usia dini akibat ulah bejat pelaku.

Jika tidak direhabilitasi sosial dengan baik, maka akan anak mengalami berbagai tekanan mental yang berpengaruh pada masa depan anak.

"Anak yang menjadi korban persetubuhan harus direhab secara optimal, apalagi korban sampai hamil. Penderitaannya berlipat. Pemerintah harus berperan di sana," tegas dia.

Ai juga mendesak agar peran pemerintah bisa optimal, bukan hanya setelah kasus muncul tapi juga berusaha agar mencegah kasus serupa tidak terjadi lagi.

Untuk pelaku, lanjut Ai, diharapkan mendapatkan jeratan hukum yang berat supaya menjadi efek jera dan gambaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan tindakan bejat, terlebih pada anak di bawah umur.

"Pelakunya harus dipidanakan, dijerat dengan undang-undang perlindungan anak," tuturnya.

Untuk diketahui, terjadi dia kasus persetubuhan di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kedua korban disetubuhi hingga hamil. Bahkan salah satu korban kini sudah melahirkan anak dari ulah bejat pelaku.

Kasus pertama yakni menimpa gadis yang sempat dibawa kabur oleh tersangka SF (57) selama empat tahun. Sedangkan kasus kedua menimpa gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Korban diperkosa tersangka Yunus (27) saat perjalanan pulang usai mengaji.

Tonton juga Bos WO di Cianjur Tak Ditahan Polisi karena Hamil 8 Bulan :

[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)