Dansektor Citarum Emosi Pabrik di KBB Buang Air Panas ke Sungai

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 21:07 WIB
Dansektor Citarum emosi pergoki pabrik buang limbah
(Foto: tangkapan layar video)
Bandung Barat -

Komandan Sektor (Dansektor) 9 Citarum Harum Kolonel Amir Mahmud emosi saat sidak pembuangan air limbah di sebuah perusahaan farmasi di Kabupaten Bandung Barat. Video Amir saat marah kepada perwakilan perusahaan viral di media sosial.

Video kemarahan Amir terhadap perwakilan dari PT Combhipar ini pertama kali diunggah pemilik akun B.J Habibie. Dalam video berdurasi 7 menit yang dilihat detikcom pada Kamis (20/2/2020), Amir tampak berdialog dengan seorang pria berkaus kerah merah.

Amir tampak emosi saat sidak ke perusahaan itu. Saat itu, Amir melihat kondisi sungai kecil yang berada di area pabrik tersebut. Keduanya saling bersikukuh atas aturan yang berlaku.

Usut punya usut, Amir mempermasalahkan soal suhu air yang keluar ke sungai itu punya suhu panas yang dinilai di atas normal berdasarkan aturan baku mutu air.

"Ini kan basisnya lingkungan hidup, mana aturannya? Saya tanya balik ke bapak ada aturannya tidak?," ucap pria berkaus merah itu.

Amir lalu menimpali. Dia menyebut bahwa suhu air yang keluar tidak boleh lebih dari normal.

"Matamu. Kamu tahu baku mutu air tidak boleh air keluar lebih dari suhu normal," kata Amir dalam video.

Amir lantas mengambil gayung berwarna merah. Dia mengambil sedikit air dari sungai kecil tersebut. Dia lalu meminta beberapa orang yang ada di lokasi untuk menyentuh air di dalam gayung. Sejumlah orang yang terlihat menggunakan pakaian satpam satu orang, seragam kerja satu orang dan pakaian kemeja biasa satu orang kompak menyebut jika air tersebut panas.

"Ini panas seperti ini nggak boleh ke sungai. Saya kecolongan. Saya dua kali saya ke sini. Kalau tahu dari kemarin, sudah saya tutup," kata Amir.

Perwakilan perusahaan tampak memotong pembicaraan Amir. Dia menyebut sama-sama tidak tahu soal aturan air panas tak boleh dibuang ke sungai.

"Kan kita konfirmasi sama-sama kalau ada kekurangan ke saya, saya nggak paham aturannya sama-sama. Iya pak tapi di farmasi itu ada empat....," kata pria itu.

"Iya tapi air ini juga mencemari, suhu itu nggak boleh," kata Amir memotong.

Dialog semakin tak terkontrol. Pria berkaus merah meminta agar Amir bicara dengan bahasa yang biasa-biasa saja.

"Bapak bicaranya biasa saja ga usah pakai gombal-gombal dong," kata pria berkaus merah dengan nada tinggi.

"Aku sudah biasa. Kau gombal karena kau tidak tahu aturan,* balas Amir dengan nada tinggi juga.

"Saya orang biasa pak. Memang saya malaikat semuanya tahu," kaya pria berkaus merah lagi dengan nada tinggi.

"Sudah tahu aturan pura- nggak tahu. Saya tahu makanya saya marah," kata Amir membalas.

Kapendam III Siliwangi Kolonel FX Sri Wellyanto membenarkan soal video yang viral tersebut. Menurutnya, saat itu Amir tengah bertugas melakukan sidak ke perusahaan itu.

"Iya biasa melakukan pengecekan. Saat dicek Ipal bagus. Cuma ada satu titik ada pipa pembuangan nggak tahu dari mana mengeluarkan air panas. Seharusnya kan nggak boleh," kata Welly saat dikonfirmasi detikcom.

Welly mengatakan saat itu, pegawai pabrik ngotot bahwa air panas yang keluar tak masalah bahkan ucapannya diucapkan dengan nada tinggi. Hal inilah, kata Welly yang membuat Amir terpancing.

"Dansektor mungkin emosi. Kepancing karena orangnya menantang," tuturnya.

Welly menambahkan Dansektor Amir sudah meminta agar perusahaan tersebut memperbaiki pembuangan itu. Bila tidak dilakukan, kata dia, penutupan oleh Dansektor akan dilakukan.

"Ya tinggal dibetulkan jangan seperti itu lagi. Perusahaan wajib menyanggupi," kata Welly.

(dir/mud)