Sebut Tak Ada Candi di Situs Batujaya, Ridwan Saidi Disemprit Tokoh Buddha

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 18:42 WIB
Ridwan Saidi
(Foto: Baban Gandapurnama)
Karawang -

Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut tak ada Candi Buddha di Situs Batujaya mendapat tanggapan dari tokoh Buddha Karawang, Natala Sumedha.

Natala menuturkan pernyataan Ridwan Saidi membuat ummat Buddha resah. Sebab, sejumlah candi di Situs Batujaya seperti Candi Jiwa dan Blandongan kerap jadi tempat ibadah umat Buddha.

"Saya berharap beliau klarifikasi. Karena itu sudah jelas di sana adalah candi. Bikhu kita dan Umat Buddha rutin ritual di situ. Jangan membuat resah lah," kata Natala saat menghubungi detikcom via telepon, Selasa (18/2/2020).

Menurut Natala, pendapat Ridwan Saidi di Channel Youtube Macan Idealis hanya sebuah dugaan liar dan tak ilmiah. Sebab kesimpulan-kesimpulan Ridwan didasarkan pada penafsiran istilah 'Ramaena'. Menurut Ridwan, 'Ramaena' berasal dari nama Tuanku Raman, seorang pengikut Ratu Syeba.

"Tidak bisa menafsirkan seperti itu. Sudah jelas kok itu candi, terdapat simbol Budhanya. Struktur bagian atasnya berbentuk bunga padma atau teratai," kata Natala.

Ia lantas mengajak Natala untuk tabayun dan datang ke Karawang. "Silahkan kita undang aja hadir ke Karawang jangan hanya berkata kontroversial kalau belum mendalami bentuk dan ornamen di sana," ujar pria yang juga anggota DPRD Karawang ini.

Natala menuturkan sejumlah candi di Situs Batujaya memiliki makna penting di hati Umat Buddha. Sebab, sudah lama dikunjungi dan jadi tempat ritual umat Buddha dari berbagai daerah.

"Sejak delapan tahun lalu, kita rutin menggelar ibadah dan ritual Waisak di sana. Kita juga sudah mendapat izin dari Dinas Purbakala," kata Natala.

Sementara itu, Peneliti Utama Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri membantah pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut tak ada candi Buddha di Situs Batujaya. Menurut Lutfi, Ridwan Saidi hanya membuat kesimpulan berdasarkan persepsi dirinya sendiri.

"Membuat kesimpulan tentang benda atau bangunan kuno harus berdasarkan bukti material bukan berdasar pada persepsi. Jelas ditemukan susunan bata dan reruntuhan sisa
bangunan candi di sana," ujar Lutfi melalui pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (18/2/2020).

Contohnya, Ridwan menyimpulkan jika bangunan di Situs Batujaya adalah makam dari Raman, pengikut ratu Syeba dari Ethiopia. Ridwan menukil pernyataan Bujangga Manik saat berkunjung ke Batujaya pada akhir abad 14.

Menurut Ridwan, Bujangga Manik menyebut daerah Batujaya dengan 'Ramaena'. Ridwan lantas menyimpulkan 'Ramaena' berasal dari nama Tuanku Raman, seorang pengikut Ratu Syeba. "Sampai sekarang, jenazah Raman masih ada di sana," ujar Ridwan berseloroh.

Lutfi menuturkan, kesimpulan arkeolog jika puluhan reruntuhan di Situs Batujaya merupakan candi berdasarkan pada tulisan di sejumlah prasasti yang ditemukan di sana.

(mud/mud)