Polisi Telusuri Facebook Milik Duda Bejat Pemerkosa ABG Bandung

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 21:41 WIB
Pelaku Pencabulan ABG Bandung
Jaenudin alias Udin (38) pelaku pemerkosaan ABG Bandung diamankan polisi (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Polisi masih mendalami kasus pemerkosaan yang dilakukan Jaenudin alias Udin (38) kepada seorang gadis di bawah umur. Polisi juga memeriksa dua akun facebook milik duda bejat itu untuk mencari bukti-bukti kejahatannya.

"Belum ada fakta baru. Kami masih melakukan penyelidikan," kata Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Agta Buwana, Minggu (16/2/2020).

Saat ini, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Bandung masih melakukan pemeriksaan terhadap facebook milik Udin. Akun facebook itu digukana pelaku untuk memperdayai korban.

"Kita masih telusuri facebook-nya. Dua akun itu (bernama Riska dan Ika)," ujarnya.

Dia menyebut, pemeriksaan dua akun facebook tersebut untuk mencari fakta dan bukti lain terkait kejahatan Udin. Pihaknya juga khawatir ada ABG perempuan yang menjadi korban. "Takutnya ada korban lain," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Jaenudin alias Udin (38) pelaku pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Pelaku merekam saat ia memperkosa korban yang masih berumur 13 tahun ini. Ia juga mempostingnya di facebook dengan akun palsu.

Duda yang bekerja serabutan ini mengenali gadis tersebut melalui media sosial facebook. Udin, ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di rumah saudaranya yang masih berada di kawasan Bandung Barat.

"Pelaku berhasil kita tangkap setelah orang tua korban melapor," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Kamis (13/2).

Video seks berdurasi sekitar 6 menit 49 detik menjadi barang bukti utama dalam kejadian ini. Seperti diketahui, pemerkosaan yang dilakukan tersangka sengaja direkam, lalu videonya disebar di media sosial Facebook.

"Dasar pengungkapan kasus ini, bukti video tersebut. Kita terima laporan beredar video berkonten negatif atau video porno. Video pertama ditemukan orang tua korban. Orang tua meyakini yang menjadi korban dalam kejadian ini adalah anaknya. Sehingga pihak keluarga langsung melaporkan kepada pihak kepolisian," ungkap Hendra.

(mso/mso)