Round-Up

Ridwan Saidi Dikecam Bupati Ciamis dan 'Disentil' Kang Emil

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 11:15 WIB
budayawan Betawi Ridwan Saidi
Budayawan Betawi Ridwan Saidi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung -

Pernyataan budayawan Betawi Ridwan Saidi yang menyebut Galuh artinya brutal dan tidak ada kerajaan di Ciamis berbuntut panjang. Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Ciamis mengecam dan memprotes ucapan budayawan yang akrab disapa Babe Saidi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut angkat bicara mengenai polemik yang terjadi. Dia menyarankan Ridwan Saidi tidak membuat pernyataan kontroversial sehingga membut tersinggung berbagai pihak.

"Ya saya kira kalau tidak punya dasar, yang pertama jangan sembarang bikin statemen. Kedua, kalaupun punya dasar, tidak usah menyakiti hati. Makannya dalam syariat itu kan bicaralah yang baik atau diam," ucap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, usai menyerahkan bantuan Kredit Mesra di wilayah pesisir Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2020).

Emil menilai pernyataan Ridwan Saidi terkait Kerajaan Galuh tidak berdasar pada fakta. Imbas pernyataan Ridwan Saidi itu menimbulkan kecaman dan gelombang protes elemen masyarakat Ciamis.

"Kalau tidak perlu disampaikan, jangan disampaikan. Apalagi tidak berfakta, sehingga menimbulkan keresahan," ucap Emil.

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil berharap Babe Saidi bersedia datang dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga Ciamis. Sehingga permasalahan bisa segera selesai.

"Mudah-mudahan beliau bisa datang ke Ciamis untuk melakukan komunikasi permohonan maaf, apapun itu supaya situasi sosial budaya kondusif," ucap Emil.

Polemik 'Galuh Brutal', Warga-Tokoh Minta Ridwan Saidi Sambangi Ciamis:

Selanjutnya
Halaman
1 2