20 Pasangan Pengantin Tertipu WO di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 23:53 WIB
Korban Penipuan WO di Cianjur
Para korban penipuan WO di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Kasus dugaan penipuan oleh jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Korbannya mencapai lebih dari 20 orang. Kerugian pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Para korban, yang merupakan warga Cianjur, mulanya terpikat menggunakan jasa WO dari Highlevel lantaran promosi menggiurkan via Instagram. Setelah menjalin komunikasi dengan BJM, pemilik WO Highlevel, korban diiming-imingi banyak potongan harga dalam setiap paketnya, mulai dari diskon katering, dekorasi, tata rias, hingga jasa fotografer.

Gelar Jagat Raya (24), salah satu korban, mengatakan, mengisahkan awal berkomunikasi dengan BJM. Gelar disambut ramah dan ditawarkan banyak paket untuk resepsi pernikahannya dengan Febiana Ramadhani Putri (24) pada 3 Agustus 2019.

Untuk dekorasi, tata rias, dan katering, pihak WO itu menawarkan paket sebesar Rp 60 juta dengan diskon sebesar 50 persen jika memberikan uang DP di hari tersebut. "Jadi modusnya itu sama pada setiap korban, bilangnya ada promo yang berlaku hanya di hari itu. Diskonnya besar, hingga 50 persen. Dengan syarat DP setengahnya," kata Gelar saat ditemui dalam pertemuan para korban WO di rumahnya, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2020).

"Siapa yang tidak tergiur dengan promo murah tersebut. Apalagi sebelumnya WO punya catatan yang masih bagus," ucapnya menambahkan.

Namun, komunikasinya dengan pihak WO mulai sulit setelah melunasi biaya penyelenggaraan pesta pernikahannya di Bogor. Bahkan di hari kedua sebelum pernikahan, pihak WO tak bisa dihubungi. Lalu pada malam sebelum resepsi di gedung pernikahan hanya ada sebuah papan yang dipasang di belakang kursi pelaminan.

"Malamnya itu sempat bingung, sementara pernikahan tinggal besoknya. Untung saja dari keluarga ada yang punya kenalan WO di Bogor, langsung komunikasi dan dipasang dekorasi serta katering seadanya. Resepsi pernikahan jadinya tidak sesuai ekspektasi, padahal ini sudah direncanakan sejak lama," tutur Gelar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3