Jabar Hari Ini: Raden Rangga Ditinggal Pengikut-Kontroversi Ridwan Saidi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 20:32 WIB
Raden Rangga Sunda Empire
Raden Rangga (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung -

Kabar soal pernyataan kontroversi budayawan Betawi Ridwan Saidi dan perkembangan terbaru soal Sunda Empire menyedot perhatian pembaca detikcom hari ini. Selain itu ada beberapa berita lainnya.

Berikut rangkuman berita dalam Jabar hari ini, Jumat (14/2/2020) :

Bupati Ciamis Siap Proses Hukum Ridwan Saidi soal 'Galuh Brutal'

Pernyataan Budayawan Betawi Ridwan Saidi di sebuah channel YouTube menyebut Galuh artinya brutal hingga menyatakan di Ciamis tidak ada kerajaan. Menuai polemik dan menyinggung perasaan warga Ciamis. Tak terkecuali Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Bahkan ia ikut menghadiri aksi dan membubuhkan tandatangan di kain putih sebagai bentuk protes.

Herdiat didampingi Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra ikut turun ke jalan bersama elemen masyarakat melakukan orasi di Alun-alun Ciamis, Jumat (14/2/2020). Keduanya juga ikut menandatangani pernyataan sikap terhadap Ridwan Saidi.

Jabar Hari Ini: Raden Rangga Ditinggal Pengikut-Kontroversi Ridwan SaidiBupati Ciamis Herdiat Sunarya (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Herdiat mengaku merasa terusik dengan ucapan Ridwan Saidi yang menyebut di Ciamis tidak ada Kerajaan Galuh dan mengartikan galuh berarti brutal. Herdiat menanyakan dasar Ridwan Saidi menyebut hal itu.

"Kita tidak ujug-ujug ada Galuh, kita hasil penelitian, pengkajian, para ahli, para profesor yang menelitinya juga. Dan barang bukti peninggalan kerajaan Galuh ada bukti secara autentik," ujar Herdiat di hadapan masyarakat Ciamis.

Herdiat berujar, warga Ciamis tak ada yang merasa brutal. Herdiat merasa bangga dengan Galuh. Lalu ia bercerita pin kujang yang bertuliskan Galuh selalu ia pakai dengan rasa bangga.

"Kita bangga sebagai warga Tatar Galuh, Kerjaan Galuh pernah berada di masa kejayaan, masa keemasan, maka itu kita berusaha membangkitkan semangat Galuh," ujar Herdiat.

Meski begitu, Herdiat meminta masyarakat Ciamis untuk bersabar, tidak melakukan aksi secara arogan dan brutal. Herdiat menegaskan akan menuntut secara hukum atas persoalan tersebut. "Kita tidak boleh arogan, tidak boleh brutal, kita tuntut secara hukum. Setuju ya semuanya," tanya Herdiat sembari diamini kata setuju oleh massa.

Menurut Herdiat, sebelumnya masyarakat Ciamis dalam keadaan damai dan kondusif. Dengan pernyataan Ridwan Saidi tersebut, seolah-olah membangunkan masyarakat Ciamis.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5