Antisipasi Penolakan Warga, Dinsos Jabar Awasi Kepulangan WNI dari Natuna

Mukhlis Dinillah - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:13 WIB
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China bersiap melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/2/2020). Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto sudah diputuskan bahwa observasi WNI dari Wuhan yang saat ini tinggal di Natuna, berakhir pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 12.00 WIB.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Jelang berakhirnya observasi WNI di Natuna (Foto: MUHAMMAD ADIMAJA)
Bandung -

Dinas Sosial (Dinsos) Jabar akan memantau kepulangan sembilan WNI yang telah menjalani observasi terkait virus corona di Natuna. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi adanya penolakan warga.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar mengatakan serah terima WNI yang diobservasi di Natuna dilakukan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah masing-maisng. Meski begitu, pihaknya tetap ikut memantau kepulangan tersebut.

"Jadi kita sifatnya memantau saja. Kita mengantisipasi adanya penolakan warga. Karena khawatir ada informasi yang enggak bener di masyarakat," kata Dodo di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

Ia menegaskan warga Jabar yang dievakuasi dari Wuhan, China sudah melalui masa inkubasi 14 hari di Natuna. Sehingga, sudah dinyatakan negatif virus corona.

"Tentu harapan kami tidak ada lagi dampak sosial. Karena mereka ini sudah melalui observasi, artinya negatif (corona)," ujar Dodo.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersyukur warga yang diobservasi di Natuna dinyatakan negatif terpapar corona. Namun, ia meminta dinas terkait tetap waspada.

"Mereka kan sudah gede-gede, gausah pendampingan. Tapi kita monitor juga jangan-jangan setelah pulang (dari Natuna) ada gejala," ujar Kang Emil.

(mud/mso)