Tahun Ini 6 Orang di Jabar Tewas Digigit Ular Weling, 3 Korban Masih Bocah

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 14:05 WIB
Ular weling (bungarus candidus) adalah jenis ular berbisa dari suku elapidae yang menyebar di Asia Tenggara hingga ke Jawa dan Bali.
Foto: Istimewa/Instagram
Cirebon -

Teror gigitan ular weling menggemparkan masyarakat. Salah satu korbannya, Adila (4), bocah perempuan asal Kabupaten Cirebon, Jabar, yang meninggal akibat gigitan ular weling.

Sebelum meninggal, Adila sempat menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Ular weling merupakan salah satu ular mematikan. Bahkan, menurut data dari Yayasan Sioux Ular Indonesia, populasi ular weling yang memiliki nama latin bungarus candidus masih cukup banyak di Jabar. Habitat alami ular weling semi akuatik, kadang di darat dan di perairan. Ular berbisa ini cenderung hidup di tempat yang lembab.

"Di sekitar Jabar masih cukup banyak. Indikator secara umum bisa kita lihat dari banyaknya laporan warga soal penemuan ular weling," kata Sekretaris Yayasan Sioux Ular Indonesia Jabar Albiansya saat dihubungi detikcom, Kamis (13/2/2020).


Albiansyah mengatakan sepanjang Januari hingga Februari ini tercatat ada tujuh kasus gigitan ular weling yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia, enam di antaranya terjadi di Jabar. "Dari enam kasus di Jabar ini, tiga di antaranya itu korbannya masih anak-anak. Termasuk yang di Cirebon," kata Albiansyah.

Albiansyah menerangkan jenis bisa ular weling adalah neurotoxin. "Sifatnya menyerang saraf. Pada fase sistemik, orang yang kena gigit bisa mengalami gagal nafas. Kalau kurang cepat dan tepat penanganannya ya bisa sampai meninggal seperti kasus yang kemarin (kasus gigitan ular weling yang terjadi di Cirebon)," terang Albiansyah.

Lebih lanjut, Albiansyah menerangkan tentang penanganan pertama terhadap kasus gigitan ular weling. Dalam kasus yang dialami Adila, menurut Albianysah, adanya kesalahan penangan awal.

"Kalau tidak salah itu kejadiannya sekitar 23.30 WIB, Jumat malam. Kemudian, serum anti bisanya baru dimasukan sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu siang. Ini terlalu lama. Satu lagi, ketika digigit harusnya korban tidak dimobilisasi, tidak ada gerakan. Supaya bisa ular tidak menyebar dari titik gigitan ke organ tubuh lainnya," katanya.


"Korban juga katanya sempat diikat dengan kain kakinya. Sebenarnya ini tidak berpengaruh," tambah Albiansyah.

Selain penanganan awal, Albiansyah juga mengatakan tentang faktor-faktor yang dapat menyelamatkan nyawa korban saat terkena gigitan ular weling, yakni kuantitas bisa yang disemprotkan, gigitan kering atau ular tak mengeluarkan bisa, dan kekebalan tubuh korban.

(ern/ern)