Viral Video Warga Sukabumi Tersambar Petir, Ini Penjelasan Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 22:40 WIB
Postingan terkait warga tersambar petir di Sukabumi
Postingan warga terkait adanya info warga tersambar petir di Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Warga Sukabumi dihebohkan dengan beredarnya video kejadian warga tersambar petir di wilayah Kecamatan Tegal Buled. Video itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video itu terdengar suara sang perekam. "Korban kena guludug (petir), korban kena guludug (petir) barusan di Tegal Buleud, Kiara Ayun-ayunan," ucap perekam video tersebut.

Sementara di media sosial Facebook video serupa juga sengaja di posting dengan narasi "I N F O - P A J A M P A N G A N" oleh pemilik akun Lucky Anjar Nugraha. Sementara Dalam postingan lainnya disamapaikan ucapan doa atas kejadian tersebut.

"Dimanapun kalian berada semoga tetap dalam dilindungi oleh Allah swt. #amienn," tulis pemilik akun Lucky Anjar Nugraha.

Dilihat detikcom postingan itu sudah dikomentari puluhan pengguna Facebook dan dibagikan sebanyak dua ribu kali.

Kapolsek Tegal Buleud AKP Joko Supono meluruskan informasi tersebut. Menurutnya korban yang berprofesi sebagai tukang kebun meninggal dunia bukan karena tersambar petir, namun kaget mendengar gelegar suara petir.

"Tidak ada yang tersambar petir, korban bernama saudara Hani dan istrinya sedang garap kebun semangka. Ada petir besar sekali sebanyak dua kali, saya juga dengar dari Mako (Polsek). Tidak lama kami mendapat informasi ada yang tersambar, kami cek ke TKP ternyata tidak ada luka sama sekali," kata Joko kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (13/2/2020).

Joko menjelaskan, saat kejadian korban tidak sendiri. Ada istrinya yang menyaksikan saat korban kaget lalu jatuh dan meninggal dunia saat petir menggelegar

"Saya tegaskan tidak tersambar petir, hanya kaget saat dengar gelegar. Istrinya juga ada di lokasi. Jadi info yang beredar itu salah bukan tersambar petir. Kami ke lokasi, ambulan desa dan Puskesmas ke lokasi. Kejadian sekitar pukul 14.30 WIB tadi," ujarnya.

(sya/mso)