Sebut di Ciamis Tidak Ada Kerajaan, Ini Penjelasan Ridwan Saidi

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 21:52 WIB
budayawan Betawi Ridwan Saidi
Budaywan Betawi Ridwan Saidi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Ciamis -

Budayawan Betawi Ridwan Saidi menjelaskan terkait pernyataan yang menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan. Pernyataannya itu kini menjadi polemik di masyarakat.

Menurutnya salah satu indikator pernah berdiri sebuah kerajaan dilihat dari faktor ekonomi. Pasalnya hal itu adalah penunjang penghasilan kerajaan. Contohnya saja emas.

"Apakah ada di situ (Ciamis) emas (tambang emas) ?" ucapnya saat dihubungi, Kamis (13/2/2020).

Dia mengungkapkan, kerajaan di Jawa Barat yang memiliki emas hanya Kerajaan Sunda, Pakuan dan Sumdang. Sementara di Ciamis tidak ada tambang emas.

Kemudian indikator lainnya adanya pelabuhan komersil yang bisa menunjang ekonomi kerajaan. Menurut Ridwan dua indikator itu tidak ada di Ciamis

"Jadi harus bicara indikator ekonomi dulu. Jadi sekarang kalau berbicara kerajaan kalau enggak ada penghasilan, lalu bagaimana menghidupkan kerajaan? Caranya bagaimana? Itu menurut pemikiran saya, kalau menunjukan bukti cuma keris saja bagaimana membuktikan kalau kerajaan itu ada," katanya.

Terkait dua situs peninggalan sejarah di Ciamis yang ada saat ini, seperti Situs Ciung Wanara Karangkamulyan dan Astana Gede Kawali, kata Ridwan bukan menjadi bukti adanya kerajaan. Dia menjelaskan Astana Gede memiliki arti pusat kota baru yang besar sedangkan Karangkamulyan artinya tempat tinggal terhormat.

"Itu namanya astana gede artinya astana itu pusat kota baru, jadi itu bukan kerajaan. Karangkamulyan itu tempat tinggal terhormat artinya. Sama juga di Jakarta ada karang tengah, karena karang artinya tempat tinggal," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2