Polemik 'Galuh Brutal', Warga-Tokoh Desak Ridwan Saidi Datang ke Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:46 WIB
Elemen warga Ciamis berkumpul sikapi pernyataan Ridwan Saidi
Elemen masyarakat Ciamis dari berbagai unsur berkumpul sikapi pernyataan Ridwan Saidi (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Berbagai elemen masyarakat Ciamis, dari akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, kabuyutan hingga Pemda Ciamis melakukan pertemuan di Universitas Galuh Ciamis, Kamis (13/2/2020). Mereka bertemu untuk menyikapi pernyataan dari Budayawan Betawi Ridwan Saidi yang menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan dan Galuh artinya brutal.

Usai pertemuan yang dilakukan, semua elemen yang hadir sebanyak kurang lebih 200 orang menyatakan sikap tak terima atas ucapan yang disampaikan Babe Saidi di channel YouTube Macan Idealis. Pernyataan sikap ini dibacakan oleh Rektor Universitas Galuh sekaligus Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospia Brata.

Dalam pernyataan sikapnya itu, mereka tidak terima ucapan Ridwan Saidi terkait dengan Ciamis tidak ada kerajaan karena indikator ekonomi. Pihaknya juga kami tidak menerima Ridwan Saidi menyatakan nama Galuh itu diartikan brutal. Padahal Galuh itu adalah Galeuh berarti hati yang terdalam.

"Tidak menerima pernyataan Ridwan Saidi tentang prasasti dikatakan palsu. Dengan demikian kami minta Ridwan Saidi dalam waktu 2x24 jam datang ke Ciamis untuk membuktikan semua omongannya, prasasti di sini banyak," ucap Yat Rospia.

Yat juga menegaskan apabila Ridwan Saidi tak datang dalam batas waktu yang ditentukan, semua elemen di Ciamis akan melaporkan persoalan ini kepada pihak berwajib.

"Jika tidak datang kami akan melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis Erwan Darmawan menyatakan secara pribadi merasa sedih atas ucapan galuh diartikan brutal. Namun ia meminta kepada masyarakat Ciamis untuk menahan diri. Ia mengajak masyarakat untuk bersama membuktikan bahwa Galuh itu bukan berarti brutal.

"Mari buktikan sama-sama bahwa Galuh itu bukan berarti brutal, Galuh itu memiliki hati. Pak Bupati Ciamis mengetahui tapi tidak bisa hadir karena sedang dinas keluar daerah bersama Pak Gubernur," ucap Erwan.

Dia mengatakan, Pemkab Ciamis akan menunggu respon dari Ridwan Saidi terkait sikap yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat. Dia meminta semua pihak untuk bisa menahan diri dan tidak adu argumen di media sosial.

"Kita tunggu dulu langkah yang diambil tadi. Datang atau tidak ke sini, masyarakat diharapkan tenang, jangan saling perang di medsos, mari kita buktikan bahwa Galuh artinya bukan brutal," ujarnya.

(mso/mso)