Sebut Galuh Brutal, Ridwan Saidi Juga Bilang Tak Ada Kerajaan di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:11 WIB
Warga Ciamis memperlihatkan cuplikan video Ridwan Saidi dalam sebuah chanel youtube
Warga Ciamis perlihatkan cuplikan video Ridwan Saidi di YouTube (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

"Lalu diceritakanlah ada raja Sunda Galuh. Sunda galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena galuh artinya brutal, jadi saya yakin tidak ada peristiwa Diah Pitaloka, wanita dari Sunda Galuh itu dipanggul-panggul dibawa ke Hayam Wuruk untuk dikawinin. Itu yang dikatakan perang bubat, sedangkan bubat itu artinya lapang olahraga bukan nama tempat. Jadi di bubat yang mana dia perang. Juga di Indonesia tidak ada adat perempuan mau kawin dijunjung-junjung dianterin ke rumah lelaki itu kagak ada, itu tidak Indonesia," jawab Babe Saidi.

Pernyataan Ridwan Saidi itu mendapat respon dari berbagai kalangan di Kabupaten Ciamis. Mulai dari budayawan hingga kalangan akademisi.

Seperti Budayawan Ciamis Aip Saripudin mengaku kaget dengan pernyataan Babe Saidi. Menurutnya, bukti sejarah galuh dengan data yang valid. Salah satu bukti adanya Situs Ciung Wanara Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing yang merupakan bekas Kerajaan Galuh. Juga Situs Astana Gede Kawali tempat beberapa prasasti ditemukan.

"Bukti-bukti yang ada di Ciamis sudah diakui oleh para peneliti, karena itu pendapat beliau ini sangat tidak patut untuk disampaikan," kata Aip, saat dihubungi Kamis (13/2/2020).

Rektor Universitas Galuh yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospia Brata bahkan menangtang Ridwan Saidi untuk datang ke Kabupaten Ciamis membuktikan sejarah. Dia Menyayangkan pernyataan Ridwan Saidi yang mengartikan Galuh adalah brutal dan menyatakan tidak ada kerajaan di Ciamis.

"Kalau mau bikin halusinasi jangan di rekam. Ngobrolnya berdua saja sama hostnya itu. kasian nantinya akan bahaya untuk bapak sendiri. Saya tunggu di Ciamis kami akan datangkan para kabuyutan untuk memperlihatkan bukti bukti sejarah," ujarnya.

Halaman

(mso/mso)