Round-Up

Nyawa ABG Cimahi Melayang Gegara Ulah Pemerkosa Durjana

Whsinu Pradana - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 08:19 WIB
ABG Cimahi Korban Pemerkosaan
Jenazah ABG Cimahi korban penganiayaan-pemerkosaan (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)

Kamis, 16 Februari, dua pelaku berhasil diamankan. Mega mengaku tak mengenali kedua pelaku, baik Nanang maupun NN. Hal itu lantaran sang adik cenderung tertutup soal lingkungan pertemanan.

Melihat perbedaan fisik pelaku dengan korban, pihak keluarga korban mafhum bagaimana pelaku bisa leluasa memerkosa korban apalagi dianiaya terlebih dahulu.

"Adik saya itu badannya kecil. Terus dianiaya sampai enggak berdaya baru diperkosa. Sedih kalau ngebayangin itu lagi," kata Mega Aryanti, kakak korban.

Berperan sebagai juru bicara keluarga, Mega mengaku pihak keluarga murka pada pelaku, namun sudah ikhlas menerima kepergian ZNS. Ia menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Kami serahkan ke pihak kepolisian. Tapi keluarga minta pelaku dihukum seberat mungkin, kalau bisa dihukum mati," tuturnya.

Nasib malang yang menimpa ZNS hingga akhirnya kehilangan nyawa di usia masih sangat muda, turut melibatkan NN (17) yang tak lain merupakan mantan kekasihnya. Namun NN hanya berperan sebagai perantara pertemuan korban dengan aktor utama penganiayaan dan pemerkosaan tersebut.

Melalui penuturan langsung dari mulut Nanang saat dihadirkan dalam gelar perkara beberapa waktu lalu, ia mengaku sengaja ingin membuat korban tidak berdaya sebelum disetubuhi.

Tanpa belas kasihan, Nanang menganiaya korban dengan melakukan pemukulan pada bagian kepala, menusuk pipi korban dengan bilah bambu sebanyak empat kali, dan menghantam wajah korban dengan benda tumpul hingga memar.

"Memang saya niat membuat korban enggak melawan. Baru setelah itu saya perkosa tiga kali. Celananya saya buka. Sudah selesai saya langsung kabur," kata Nanang tanpa sedikitpun ada rasa bersalah di wajahnya.

Semula, mereka dijerat pasal 80-81 UU Perlindungan Anak No. 17 tahun 2016 dengan diancam hukuman paling singkat 10 tahun hingga maksimal 20 tahun. Tapi ditambah Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak yaitu kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia.

"Pasal ini berlaku alternatif kumulatif. Berlaku untuk tersangka NN karena perbuatan penganiayaannya menyebabkan korban hingga meninggal dunia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro.


(mso/mso)